Untung Besar MediaTek dari Kerja Sama Chip AI dengan Google
Teknologi

Untung Besar MediaTek dari Kerja Sama Chip AI dengan Google

ADA KAMI – Saham MediaTek Inc., perusahaan semikonduktor besar asal Taiwan, mencetak pencapaian terbaiknya dalam sejarah dua hari terakhir di pasar modal, seiring melonjaknya antusiasme investor terhadap keterlibatan perusahaan dalam pengembangan chip kecerdasan buatan (AI) bersama Google. Kenaikan ini menunjukkan bagaimana kerja sama strategis di segmen AI kini menjadi motor pertumbuhan utama bagi MediaTek melampaui perannya di pasar chip smartphone yang selama ini menjadi pilar utamanya.

Lonjakan Saham dan Reaksi Pasar

Pada sesi perdagangan hari Senin di Bursa Efek Taipei, saham MediaTek melonjak 8,6% dalam satu hari, dan mencatatkan kenaikan kumulatif 19% dalam dua hari terakhir yang sekaligus menjadi salah satu reli terbesar dalam sejarah perusahaan. Penutupan harga saham mencapai level tertinggi sepanjang masa di bursa tersebut.

Lonjakan ini terutama didorong oleh optimisme kuat dari para investor institusional, yang melihat potensi besar dari kontribusi MediaTek dalam pembuatan Tensor Processing Unit (TPU) chip khusus yang dirancang untuk mempercepat proses kecerdasan buatan. Keterlibatan MediaTek dalam pengembangan TPU tersebut menjadi daya tarik utama, karena AI kini menjadi tema dominan di dunia teknologi global.

Selain itu, sebagian investor yang sebelumnya membatasi kepemilikan tunggal pada saham raksasa seperti TSMC (Taiwan Semiconductor Manufacturing Co.) mulai melakukan diversifikasi portofolio mereka ke perusahaan AI seperti MediaTek. Hal ini turut memperkuat tekanan beli terhadap saham MediaTek dalam beberapa minggu terakhir.

Kerja Sama Strategis dengan Google

Salah satu faktor utama yang mendorong lonjakan MediaTek adalah kerja sama strategis dengan Google dalam merancang chip AI. Google diketahui tengah mengembangkan unit pemrosesan tensor (TPU) generasi baru yang akan digunakan untuk kebutuhan AI tingkat lanjut, termasuk untuk layanan cloud, pengembangan model AI besar, dan dukungan aplikasi berbasis AI. MediaTek dipilih sebagai salah satu mitra desain sekaligus pengadaan chip tersebut.

MediaTek menawarkan value proposition menarik: biaya produksi yang lebih rendah dibandingkan dengan mitra lain seperti Broadcom, sekaligus hubungan kuat dengan TSMC, produsen wafer chip terbesar di dunia yang juga menjadi mitra produksi utama. Google mengalokasikan anggaran miliaran dolar untuk kebutuhan TPU setiap tahunnya, sehingga efisiensi biaya menjadi faktor penting dalam keputusan kerjasama ini.

Sebagai catatan, Google sebelumnya telah bekerja sama dengan Broadcom dalam desain chip AI selama bertahun-tahun, namun kini pilihan desainnya mulai bergeser untuk memasukkan MediaTek sebagai salah satu mitra pengembangan utama walaupun hubungan dengan Broadcom belum sepenuhnya berakhir.

Transformasi Bisnis MediaTek

MediaTek bukan lagi sekadar perusahaan pembuat chip smartphone murah selama beberapa tahun terakhir perusahaan ini telah secara bertahap mengalihkan fokusnya menuju bisnis AI dan sistem chip khusus (ASIC) yang memiliki margin lebih tinggi. Divisi chip smartphone tradisional kini diberi porsi yang lebih rendah dalam strategi jangka panjang, sementara divisi AI dan blue ocean markets seperti chip AI dan otomotif menjadi prioritas utama.

Perusahaan memperkirakan bahwa pendapatan dari bisnis AI-ASIC dapat mencapai angka USD 1 miliar pada tahun 2026, menggambarkan pertumbuhan yang signifikan dibandingkan perkiraan pendapatan tahun sebelumnya. Ini menunjukkan bahwa MediaTek melihat masa depan besar pada pengembangan chip yang ditujukan khusus untuk kecerdasan buatan, pusat data, dan perangkat edge AI.

Potensi Ekonomi dan Industri

Pertumbuhan pesat MediaTek sejalan dengan tren global di mana permintaan chip AI terus meningkat tajam. Laporan pasar semikonduktor menunjukkan bahwa pengiriman chip smartphone dengan kemampuan AI tumbuh hingga 74% pada tahun 2025, menggarisbawahi pergeseran besar di industri menuju fitur AI generatif dan komputasi on-device.

Analisis industri juga menunjukkan bahwa Google tidak hanya mengandalkan MediaTek semata raksasa teknologi tersebut terus melakukan investasi besar dalam pengembangan TPU dan berupaya mengurangi ketergantungannya pada solusi pihak ketiga seperti Nvidia yang selama ini mendominasi pasar chip AI.

Sementara itu, fund manager dan analis pasar modal menilai bahwa MediaTek telah berhasil memposisikan dirinya sebagai alternatif kredibel yang lebih murah dan fleksibel dibandingkan dengan pesaingnya dalam bisnis chip AI khusus sebuah pencapaian penting yang membedakan MediaTek dari perusahaan chip lain di kawasan Asia.

Tantangan dan Risiko

Meski pertumbuhan sangat cepat, MediaTek juga menghadapi sejumlah tantangan. Sebelum ini, perusahaan sempat mengalami kendala dalam bisnis ASIC karena persaingan ketat dan keterlambatan beberapa pesanan besar dari klien lain seperti Meta. Hal ini mengindikasikan bahwa transisi dari pasar chip smartphone ke pasar AI yang sangat kompetitif bukanlah tanpa risiko.

Selain itu, kendala kapasitas produksi di pabrik seperti TSMC menjadi bottleneck yang perlu dikelola secara strategis, karena permintaan untuk node 3nm dan 5nm terus meningkat sementara kapasitas terbatas.