ADAKAMI – Menjelang akhir tahun 2025, BPJS Kesehatan kembali mencatatkan prestasi cemerlang di panggung pelayanan publik Indonesia. Badan penyelenggara Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) ini berhasil meraih dua penghargaan bergengsi di bidang keterbukaan informasi dan inovasi layanan publik, sebuah penutup tahun yang penuh makna bagi seluruh insan BPJS Kesehatan serta masyarakat luas yang menjadi penerima manfaat program ini.
Penghargaan tersebut bukan sekadar simbol penghargaan semata, tetapi merupakan bukti konkret dari komitmen lembaga dalam menguatkan kualitas layanan, transparansi informasi, serta inovasi pelayanan kesehatan bagi rakyat Indonesia di tengah dinamika tantangan sektor kesehatan yang begitu kompleks pada 2025.
Penghargaan Pertama: Predikat Badan Publik Informatif
Penghargaan pertama yang disabet oleh BPJS Kesehatan datang dari Komisi Informasi Pusat dalam ajang Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2025. Dalam ajang tersebut, BPJS Kesehatan berhasil mempertahankan predikat Badan Publik Informatif predikat tertinggi dalam keterbukaan informasi publik yang membuat institusi ini terus menjadi contoh dalam menyediakan akses informasi yang terbuka, akuntabel, dan dapat diakses oleh masyarakat umum.
Predikat ini bukan kali pertama diraih, tetapi menjadi bukti konsistensi BPJS Kesehatan dalam membangun tata kelola informasi yang menyeluruh dan responsif. Dengan teritorinya yang menyentuh hampir seluruh lapisan masyarakat Indonesia melalui Program JKN, keterbukaan informasi menjadi elemen penting agar masyarakat mendapatkan akses yang jelas terhadap hak, kewajiban, serta mekanisme layanan jaminan kesehatan nasional secara transparan.
Menurut keterangan yang disampaikan dalam acara pemberian penghargaan tersebut, keterbukaan informasi menjadi jantung tata kelola publik yang sehat. BPJS Kesehatan dinilai berhasil menyajikan informasi yang komprehensif, akurat, tepat waktu, dan mudah dipahami, sehingga mampu menguatkan kepercayaan publik terhadap penyelenggara program jaminan sosial di Indonesia.
Penghargaan Kedua: Inovasi Layanan via Program SABIT
Penghargaan kedua diberikan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) atas inovasi layanan publik unggulan yang dikembangkan oleh BPJS Kesehatan, yaitu layanan SABIT (Satu Lahir Lima Terbit).
Program SABIT merupakan terobosan integratif yang dirancang untuk memberikan kemudahan layanan administratif bagi masyarakat baru. Melalui layanan ini, masyarakat khususnya orang tua yang baru saja memiliki bayi dapat menyelesaikan lima dokumen penting dalam satu alur layanan terpadu:
- Akta Kelahiran
- Kartu Keluarga
- Kartu Identitas Anak (KIA)
- Kepesertaan JKN
- Surat Eligibilitas Peserta (SEP)
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ghufron Mukti, menjelaskan bahwa SABIT dirancang agar negara hadir sejak awal kehidupan seorang anak tidak hanya administratif kependudukan, tetapi juga melalui perlindungan jaminan kesehatan yang aktif sejak lahir. Integrasi lintas sektor ini dilakukan bersama Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil serta fasilitas kesehatan, sehingga proses layanan administratif menjadi lebih cepat, mudah, dan berdampak luas.
Model layanan seperti SABIT juga menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi antar-instansi mampu mengurangi beban biaya, mempercepat penyelesaian dokumen, dan memberikan hak layanan kesehatan sejak dini, khususnya bagi keluarga baru di seluruh Tanah Air.
Komitmen Berkelanjutan di 2026
Direktur Utama BPJS Kesehatan menegaskan bahwa dua penghargaan di akhir 2025 ini bukanlah titik akhir, tetapi justru menjadi momentum untuk memperkuat komitmen organisasi dalam menghadirkan layanan publik yang lebih baik lagi.
BPJS Kesehatan berencana lebih mengintensifkan inovasi digital, meningkatkan kapasitas layanan faskes (fasilitas kesehatan), serta memperluas akses bagi kelompok rentan dan masyarakat yang masih memiliki keterbatasan akses. Ke depan, lembaga ini juga akan memperkuat kolaborasi dengan berbagai instansi pemerintah dan sektor swasta guna memastikan bahwa Program JKN semakin mudah diakses, adaptif dengan perkembangan zaman, dan adil bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia.
Dampak Terhadap Capaian JKN Secara Nasional
Sepanjang tahun 2025, BPJS Kesehatan juga mencatat sejumlah pencapaian penting di luar penghargaan ini, seperti kenaikan jumlah peserta sistem JKN yang telah mencapai sekitar 282,7 juta peserta atau sekitar 98,6% dari total penduduk Indonesia, sebuah capaian yang menjadikan program ini semakin dekat dengan target cakupan kesehatan semesta (Universal Health Coverage).
Selain itu, upaya penguatan ekosistem kepatuhan Program JKN juga ditunjukkan melalui pelaksanaan Satya JKN Award 2025, sebuah ajang penghargaan yang diberikan kepada badan usaha paling berkomitmen dalam memenuhi kewajiban pendaftaran dan pembayaran iuran peserta JKN. Ajang ini mencerminkan bahwa keterlibatan sektor swasta tidak kalah penting dalam menjaga kesinambungan dan keberlanjutan JKN.

