Tips Mudik Aman Naik Kapal Saat Libur Natal dan Tahun Baru, Gubernur Sultra Bagikan Panduan
Tips & Edukasi

Tips Mudik Aman Naik Kapal Saat Libur Natal dan Tahun Baru, Gubernur Sultra Bagikan Panduan

ADAKAMI – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) bersama instansi terkait tengah bersiap menghadapi lonjakan arus mudik dan balik masyarakat pada masa libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Dari tingkat pusat hingga daerah, upaya keselamatan dan kelancaran transportasi menjadi fokus utama, terutama pada moda angkutan laut yang diproyeksikan ramai dimanfaatkan masyarakat.

Di Sulawesi Tenggara sendiri, keberangkatan kapal laut dan layanan angkutan akan menjadi tumpuan utama masyarakat yang memilih mudik via jalur laut. Sebab itu, Gubernur Sultra dan jajarannya aktif mengumpulkan informasi, merumuskan arahan, dan menyosialisasikan tips aman agar masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan tenang, selamat, dan terhindar dari risiko selama masa liburan panjang ini.

Antisipasi Lonjakan Penumpang dan Penataan Armada Kapal

Menurut data terbaru, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Kendari telah menyiagakan 24 kapal untuk mengantisipasi lonjakan arus penumpang selama periode Natal dan Tahun Baru. Armada tersebut mencakup 23 kapal reguler serta satu armada pendukung yang melayani rute penting seperti Kendari Raha Maligano.

Prediksi puncak arus mudik berada pada 24 Desember 2025, sementara arus balik diperkirakan mencapai puncaknya sekitar 2 Januari 2026. Kondisi ini penting diperhatikan agar masyarakat yang ingin mudik bisa merencanakan keberangkatan dengan lebih matang dan menghindari kepadatan di waktu-waktu puncak tersebut.

Prioritas Utama: Keselamatan Penumpang

Gubernur Sultra, bersama pimpinan instansi terkait, menekankan bahwa keselamatan adalah prioritas utama dalam setiap operasional transportasi laut. Karena itu, sejumlah tips aman telah dibagikan guna membantu pemudik khususnya yang menggunakan kapal laut:

  1. Pastikan Kapal dalam Kondisi Laik Laut

Sebelum naik ke kapal, calon penumpang dianjurkan untuk memastikan bahwa kapal yang akan dinaiki telah memenuhi standar keselamatan dan layak beroperasi. Ini termasuk pengecekan terhadap mesin, sistem keselamatan, serta catatan inspeksi kapal oleh otoritas terkait.

Selain itu, penumpang juga dapat meminta informasi tentang status kapal dari pihak pelabuhan atau operator layanan jika ragu akan kondisi armada.

  1. Ikuti Aturan Kapasitas Penumpang

Untuk menghindari risiko berbahaya seperti overload, Gubernur menekankan agar penjualan tiket dan boarding kapal dilakukan sesuai dengan kapasitas yang ditetapkan oleh KSOP. Otoritas transportasi di Sultra menegaskan akan tidak menoleransi pembelian tiket yang melebihi kapasitas kapal, yang berpotensi menimbulkan ketidakstabilan kapal di perairan.

  1. Perhatikan Informasi Cuaca Terkini

Cuaca laut menjadi faktor krusial yang dapat mempengaruhi keselamatan pelayaran. Pemudik diimbau untuk memantau informasi cuaca dari BMKG dan memperhatikan peringatan yang muncul sebelum keberangkatan. Jika cuaca buruk diprediksi, lebih baik menunda keberangkatan atau berkonsultasi dengan operator kapal tentang kondisi aman berlayar.

Cuaca ekstrem kerap terjadi di musim peralihan seperti Desember, dan kesiapsiagaan terhadap kondisi ini merupakan bagian dari tips penting yang disosialisasikan.

  1. Siapkan Dokumen dan Keperluan Diri

Pastikan seluruh dokumen perjalanan seperti tiket, identitas diri, dan dokumen keluarga tersedia dan mudah dijangkau. Simpan barang-barang penting di tempat yang aman, serta bawa kebutuhan pribadi seperti obat-obatan, air minum, dan pakaian cadangan untuk kenyamanan perjalanan.

Koordinasi dan Pengawasan Lintas Sektor

Untuk menjamin perjalanan yang aman dan lancar, Gubernur Sultra memerintahkan koordinasi intensif antar lembaga seperti Dishub Provinsi, KSOP, BMKG, Basarnas, TNI, dan Polri. Posko terpadu disiapkan di pelabuhan utama untuk memantau kondisi pelayaran secara real-time, memberikan informasi terbaru kepada penumpang, serta menjadi pusat koordinasi tanggap darurat jika diperlukan.

Selain itu, pihak pelabuhan juga menyiagakan tenaga keamanan dan pelayanan ekstra guna menjaga ketertiban di area dermaga serta membantu masyarakat mendapatkan informasi penting selama proses boarding kapal berlangsung.

Upaya Pemerintah Pusat dan Daerah Lainnya

Tidak hanya di Sulawesi Tenggara, pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan juga melakukan langkah-langkah strategis untuk mendukung keselamatan transportasi laut secara nasional selama libur Nataru. Program termasuk penyediaan 17.239 tiket kapal laut gratis untuk masyarakat di wilayah kepulauan guna meringankan biaya perjalanan dan mengurangi kepadatan di moda transportasi lainnya.

Langkah semacam ini diharapkan dapat membantu masyarakat memilih moda transportasi yang lebih aman dan terjangkau pada masa puncak liburan. Disebutkan pula bahwa tiket-tiket tersebut tersedia untuk rute-rute strategis di seluruh Indonesia, termasuk wilayah timur yang sangat bergantung pada kapal laut.