ADAKAMI – Tidur bukan sekadar istirahat pasif di malam hari, tapi merupakan salah satu fondasi utama kesehatan jantung yang sering diabaikan. Para ahli medis kini semakin menekankan bahwa berapa lama dan bagaimana kualitas tidur kita setiap malam memiliki dampak besar terhadap kesehatan sistem kardiovaskular organ yang paling penting untuk kelangsungan hidup manusia.
Mengapa Tidur Itu Penting Bagi Jantung?
Selama tidur, tubuh melakukan beragam proses pemulihan mulai dari penurunan tekanan darah, mengatur hormon, hingga memperbaiki pembuluh darah yang rusak. Ketika seseorang tidur cukup, tekanan darah akan turun dan tetap stabil sepanjang malam. Sebaliknya, kurang tidur bisa menyebabkan tekanan darah tetap tinggi yang berkontribusi langsung pada penyakit jantung.
Organisasi kesehatan seperti Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menyebut bahwa orang dewasa yang tidur kurang dari 7 jam per malam memiliki risiko lebih tinggi mengalami masalah kesehatan, termasuk serangan jantung dan stroke.
Durasi Tidur yang Direkomendasikan
Para ahli kardiologi dari berbagai lembaga kesehatan internasional kini merekomendasikan durasi tidur yang seimbang bukan terlalu sedikit dan bukan terlalu banyak:
- 7–9 jam per malam merupakan durasi tidur ideal bagi kebanyakan orang dewasa untuk memaksimalkan kesehatan jantung.
- Beberapa ahli bahkan menyebutkan sweet spot atau titik optimalnya adalah sekitar 8 jam per malam, dengan kualitas tidur yang baik.
Tidur kurang dari 7 jam secara konsisten akan meningkatkan risiko penyakit jantung karena stres metabolik dan hormonal. Sementara tidur lebih dari 9 jam juga dikaitkan dengan beberapa gangguan kesehatan, termasuk masalah kardiometabolik.
Bagaimana Kurang atau Terlalu Banyak Tidur Memengaruhi Jantung
Kurang Tidur:
- Meningkatkan tekanan darah dan kadar kolesterol
- Mengganggu regulasi gula darah
- Meningkatkan peradangan dalam tubuh
Hal-hal ini merupakan faktor risiko utama penyakit jantung dan serangan jantung.
Terlalu Banyak Tidur:
Menariknya, tidur lebih dari 9 jam juga bukan tanpa risiko. Penelitian menunjukkan bahwa durasi ini sering terkait dengan gangguan metabolik atau kondisi medis lain yang dapat berdampak pada jantung.
Jadi, bukan hanya tidur cukup, tapi juga tidur dengan waktu yang konsisten dan berkualitas yang dibutuhkan tubuh untuk menjaga arteri tetap sehat dan sistem kardiovaskular bekerja optimal.
Kualitas Tidur Sama Pentingnya dengan Durasi
Durasi tidur yang cukup tidak akan banyak membantu jika kualitas tidur buruk seperti sering terbangun, tidur yang terfragmentasi, atau gangguan seperti sleep apnea. Penelitian menunjukkan bahwa gangguan tidur ini dapat menyebabkan tekanan darah yang tidak turun secara normal di malam hari, sehingga meningkatkan kemungkinan penyakit jantung.
Ada tiga aspek penting dalam kualitas tidur:
- Kontinuitas Tidur waktu tanpa terbangun
- Efisiensi Tidur berapa lama kita tidur dibandingkan berapa lama kita di tempat tidur
- Kepuasan Tidur seberapa segar kita bangun di pagi hari
Ketiga faktor ini sama pentingnya dalam menjaga kesehatan jantung.
Waktu Tidur Juga Berperan
Selain durasi dan kualitas, waktu tidur juga memiliki efek pada kesehatan jantung. Beberapa studi menunjukkan bahwa tidur terlambat (misalnya setelah tengah malam secara teratur) berkaitan dengan kenaikan risiko masalah jantung dibandingkan tidur lebih awal di malam hari.
Tips Meningkatkan Tidur untuk Jantung yang Lebih Sehat
Untuk mendapatkan tidur yang optimal, berikut sejumlah tips praktis:
- Tetapkan jadwal tidur konsisten bangun dan tidur pada waktu yang sama setiap hari, termasuk akhir pekan.
- Hindari layar gadget 1 jam sebelum tidur cahaya biru mengganggu hormon melatonin yang memicu kantuk.
- Ciptakan lingkungan tidur nyaman ruangan gelap, adem, dan sunyi.
- Batasi kafein dan alkohol di malam hari keduanya dapat memecah siklus tidur.
- Aktivitas fisik teratur olahraga ringan membantu kualitas tidur meningkat.

