RI-Kuwait Perkuat Kerja Sama Strategis Bidang Sains dan Teknologi
Teknologi

RI-Kuwait Perkuat Kerja Sama Strategis Bidang Sains dan Teknologi

ADAKAMI – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) resmi mempererat hubungan bilateral dengan Pemerintah Kuwait. Langkah strategis ini ditandai dengan pertemuan intensif antara Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, dengan Duta Besar Kuwait untuk Indonesia, Khalid Jassim Al-Yassin, di Jakarta pada akhir Desember 2025.

Kerja sama ini diproyeksikan menjadi katalisator bagi kedua negara dalam menghadapi tantangan global, mulai dari ketahanan energi hingga inovasi teknologi lingkungan. Fokus utama dari kemitraan ini adalah reaktivasi Nota Kesepahaman (MoU) pendidikan tinggi tahun 2019 yang sempat melambat akibat pandemi COVID-19, serta perluasan jangkauan riset ke sektor-sektor strategis.

Reaktivasi dan Implementasi Nyata

Menteri Brian Yuliarto menegaskan bahwa diplomasi saat ini harus bergeser dari sekadar seremonial menuju implementasi nyata yang berdampak langsung pada pembangunan nasional. Dalam pertemuan tersebut, Indonesia menawarkan kolaborasi di bidang hilirisasi mineral, teknologi kesehatan, serta petrokimia.

“Kami ingin memastikan bahwa kolaborasi riset ini tidak hanya berhenti di atas kertas, tetapi memberikan dampak langsung bagi pembangunan kedua negara. Indonesia siap mengirimkan mahasiswa pascasarjana terbaik ke universitas-universitas di Kuwait untuk memperdalam keahlian teknis mereka,” ujar Brian.

Senada dengan hal tersebut, Dubes Khalid Jassim Al-Yassin mengungkapkan bahwa peningkatan kerja sama dengan Indonesia merupakan prioritas utama Kuwait di kawasan Asia Tenggara. Kuwait melihat Indonesia sebagai mitra yang memiliki potensi sumber daya manusia (SDM) yang sangat besar, terutama di bidang sains dan akademik.

Kolaborasi Strategis dengan KISR

Salah satu poin paling krusial dalam pertemuan ini adalah rencana kerja sama formal dengan Kuwait Institute for Scientific Research (KISR). KISR merupakan lembaga riset pemerintah Kuwait yang memiliki reputasi global dalam menangani isu-isu kritis seperti:

  1. Desalinasi Air: Mengingat keterbatasan sumber air tawar di Timur Tengah, teknologi pengolahan air laut menjadi air minum sangat maju di sana.
  2. Energi Terbarukan: Transformasi dari ekonomi berbasis hidrokarbon menuju energi bersih.
  3. Pertanian Lahan Kering: Inovasi bercocok tanam di iklim ekstrem yang dapat diadaptasi Indonesia untuk menghadapi perubahan iklim.
  4. Biodiversitas: Penelitian bersama mengenai pelestarian hayati.

Mendiktisaintek mengusulkan pembentukan MoU khusus antara Kemdiktisaintek dan KISR guna mempercepat transfer teknologi. Hal ini didasari pada fakta bahwa lebih dari 90% peneliti dan profesor di Indonesia berada di lingkungan universitas, sehingga koneksi langsung antara kementerian dan lembaga riset akan lebih efektif.

Penyediaan Tenaga Ahli dan Mobilitas Akademik

Selain riset teknologi, Kuwait secara spesifik meminta dukungan Indonesia dalam penyediaan tenaga kerja terampil di level ahli. Jika selama ini Indonesia lebih banyak mengirimkan tenaga kerja di sektor domestik, kini arah kerja sama bergeser pada pengiriman profesor, peneliti, dan dokter spesialis.

Upaya ini juga didukung oleh rencana pembentukan Joint Working Group untuk melakukan pertukaran data terkait kebutuhan kompetensi tenaga kerja. Hal ini diharapkan dapat membuka peluang bagi lulusan perguruan tinggi Indonesia untuk berkarier di lembaga-lembaga riset dan kesehatan elit di Kuwait.

Konteks Ekonomi dan Geopolitik

Langkah ini selaras dengan kunjungan Wakil Menteri Luar Negeri RI, Muhammad Anis Matta, ke Kuwait sebelumnya yang membahas penguatan kemitraan strategis di bidang ekonomi dan energi. Percepatan perundingan Indonesia-GCC FTA (Free Trade Agreement) pada tahun 2025 juga menjadi latar belakang mengapa kerja sama sains dan teknologi menjadi semakin penting untuk menunjang nilai tambah perdagangan kedua negara.

Investasi juga menjadi motor penggerak. Adanya penjajakan kemitraan antara Kuwait Investment Authority (KIA) dengan badan pengelola investasi Indonesia, Danantara, menunjukkan bahwa kepercayaan Kuwait terhadap stabilitas dan inovasi di Indonesia terus meningkat.