ADAKAMI – Kontingen Indonesia berhasil menjadi juara umum cabang olahraga bulu tangkis pada SEA Games ke‑33 yang berlangsung di Thailand setelah meraih medali terbanyak dan menunjukkan performa impresif sepanjang turnamen yang digelar di Gymnasium 4, Thammasat University Rangsit Campus, Pathum Thani.
Dengan perolehan 3 medali emas, 3 medali perak, dan 4 perunggu, tim Merah Putih unggul atas tuan rumah Thailand dan negara peserta lainnya, menegaskan kembali dominasi mereka di olahraga yang menjadi “rumahnya” Indonesia itu.
Puncak Prestasi: Medali Emas dari Nomor Fafet
Dalam SEA Games 2025, Indonesia tampil konsisten mulai dari nomor beregu hingga nomor perorangan. Gelar juara umum diawali dengan kemenangan spektakuler di nomor beregu putra, di mana tim putra Indonesia menyapu bersih kemenangan 3‑0 atas Malaysia di final, memperoleh emas pertama bagi kontingen Indonesia.
Dalam final beregu putra itu, pemain muda Alwi Farhan membuka kemenangan dengan mengalahkan Leong Jun Hao (Malaysia) dengan skor 21‑12, 21‑19, kemudian Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani memperlebar keunggulan lewat kemenangan di ganda putra, dan Zaki Ubaidillah menutup kemenangan tim Indonesia dengan kemenangan straight set.
Dominasi di Nomor Individual
Tuan rumah Thailand cukup kuat, namun Indonesia tak kalah tajam di nomor perorangan. Di partai final tunggal putra, Alwi Farhan memastikan emas setelah mengalahkan rekan senegaranya, Moh Zaki Ubaidillah, lewat pertarungan tiga gim yang menegangkan – 13‑21, 21‑8, 21‑12 – sekaligus menjadikan final itu sebagai ajang all‑Indonesia final.
Prestasi ini tidak hanya mengukuhkan Farhan sebagai salah satu bintang muda bulu tangkis Indonesia, tetapi juga memberi tambahan emas penting yang menempatkan Indonesia unggul dalam perolehan medali keseluruhan dibanding negara lain di SEA Games 2025.
Selain itu, di nomor ganda putra pasangan Sabar Karyaman Gutama dan Moh Reza Pahlevi Isfahani tampil dominan di final dengan kemenangan atas unggulan Malaysia, Aaron Chia & Soh Wooi Yik, dengan skor 21‑14, 21‑17 untuk membawa pulang emas lain bagi Indonesia.
Statistik Medali dan Catatan Unik
Selama perlombaan yang berlangsung pada 7–14 Desember 2025, tim bulu tangkis Indonesia tidak gagal menyumbang medali di semua nomor yang dipertandingkan. Dari total 10 medali yang diraih, distribusi prestasi menempatkan Indonesia sebagai negara dengan perolehan medali terbanyak di cabor ini.
Thailand, sebagai tuan rumah sekaligus pesaing utama, juga meraih beberapa medali emas, termasuk di sektor ganda campuran dan tunggal putri. Namun, jumlah keseluruhan medali Indonesia masih lebih banyak, sehingga Indonesia merebut gelar juara umum bulu tangkis SEA Games.
Reaksi dan Sambutan
Kemenpora dan PBSI (Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia) menyambut prestasi ini dengan antusias. Kemenpora menyatakan bahwa target dapat dilampaui, bahkan lebih banyak medali diraih daripada yang diprediksi sebelumnya, hasil kerja keras pelatih dan pemain serta dukungan penuh dari pihak pelatih dan ofisial.
Sementara itu, para pengamat bulu tangkis menyebut pencapaian Indonesia ini sebagai refleksi kekuatan sektor bulu tangkis Indonesia yang terus menghasilkan pemain berkualitas dari generasi ke generasi, baik di nomor tunggal maupun ganda.
Implikasi untuk Masa Depan
Menjadi juara umum SEA Games tidak hanya soal medali, tetapi juga tentang persiapan menghadapi kompetisi global seperti Kejuaraan Dunia dan Olimpiade. Beberapa pemain seperti Alwi Farhan dan ganda putra dipandang sebagai aset penting bagi Indonesia ke depan karena performanya yang matang di usia yang relatif muda.
Dominasi Indonesia di SEA Games 2025 juga memberi pesan bahwa Indonesia tetap menjadi kekuatan besar di bulu tangkis Asia Tenggara, bersaing ketat dengan Thailand dan Malaysia yang juga memiliki tradisi kuat di olahraga ini.

