ADAKAMI – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia secara masif mengerahkan ratusan tenaga medis, terdiri dari dokter internship (magang) dan dokter spesialis dari rumah sakit vertikal Kemenkes, ke sejumlah wilayah di Sumatra yang terdampak bencana hidrometeorologi parah. Langkah cepat ini diambil menyusul adanya instruksi langsung dari Presiden RI Prabowo Subianto untuk mengatasi kekurangan tenaga medis yang signifikan dan lonjakan kasus penyakit pascabanjir.
Pengerahan tenaga kesehatan ini diprioritaskan untuk wilayah Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, yang menjadi lokasi terdampak paling parah. Krisis tenaga medis di lokasi bencana terjadi karena banyaknya dokter dan tenaga kesehatan lokal yang juga menjadi korban atau keluarga mereka ikut terdampak, sehingga layanan kesehatan di tingkat Puskesmas dan Rumah Sakit mengalami kelumpuhan.
Instruksi Presiden dan Tindak Lanjut Kemenkes
Instruksi tegas Presiden Prabowo Subianto disampaikan dalam rapat terbatas di Aceh pada Minggu malam (7/12/2025) setelah meninjau langsung lokasi bencana. Dalam dialognya dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Presiden menanyakan ketersediaan dokter magang yang dapat segera diterjunkan.
“Internship kita berapa yang sudah bisa? 74? Bisa juga kan? Saya kira bisa itu perguruan tinggi, bisa dikerahkan juga,” ujar Presiden Prabowo, menekankan pentingnya mobilisasi cepat dari seluruh sumber daya yang ada, termasuk dari perguruan tinggi.
Menanggapi arahan tersebut, Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Prof. Dante Saksono Harbuwono menyatakan Kemenkes segera menindaklanjuti dengan mengirimkan tim kesehatan yang lebih komprehensif.
“Kita akan tindak lanjuti ide tersebut dan kita akan kirimkan bukan hanya dokter magang saja. Kita juga akan kerahkan dokter-dokter spesialis dari rumah sakit vertikal,” kata Wamenkes Dante, Senin (8/12/2025).
Fokus Penanganan Penyakit Pascabanjir
Pengerahan dokter magang dan spesialis ini difokuskan untuk menangani lonjakan kasus penyakit pascabencana, yang paling umum meliputi:
- Diare: Akibat sanitasi yang buruk dan kontaminasi air.
- Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA): Dipicu oleh kondisi lingkungan yang lembap dan padat di lokasi pengungsian.
- Penyakit Kulit: Karena kebersihan diri yang sulit dijaga dan paparan air kotor.
Dokter spesialis yang diterjunkan, terutama dari rumah sakit vertikal Kemenkes, akan memberikan penguatan pada layanan rujukan dan penanganan kasus yang lebih kompleks. Mereka akan ditempatkan di rumah sakit-rumah sakit rujukan yang masih beroperasi atau yang telah didirikan sebagai rumah sakit lapangan.
Permintaan Dukungan Lintas Instansi
Untuk mempercepat pemulihan layanan kesehatan, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin juga meminta dukungan dari Kementerian Pertahanan (Kemenhan) untuk pengerahan tenaga medis. Menkes bahkan secara spesifik meminta pinjaman sekitar 300 dokter TNI/Polri selama tiga bulan ke depan untuk mengisi kekosongan tenaga medis di Puskesmas-Puskesmas.
“Saya butuh sekitar 300 dokter 3 bulan ke depan untuk isi. Isi sampai mereka jadi. Tapi kalau boleh, TNI Polri kan lebih gampang mobilisasinya, Pak. Kalau boleh saya pinjam dulu 3 bulan,” jelas Menkes Budi kepada Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dalam rapat yang sama.
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menyambut baik permintaan tersebut dan menyatakan Kemenhan telah menyiapkan kebutuhan tanggap darurat, termasuk tim kesehatan mobil. Tim kesehatan ini dirancang untuk bersifat independen, berfokus murni pada pemeriksaan dan pengobatan bagi para penyintas bencana di tempat-tempat pengungsian.
Pemulihan Infrastruktur dan Logistik Kesehatan
Selain pengerahan sumber daya manusia, Kemenkes juga berupaya memulihkan infrastruktur dan logistik kesehatan yang rusak akibat bencana. Banjir dan lumpur telah merusak banyak alat kesehatan di fasilitas Puskesmas dan rumah sakit di wilayah terdampak.
Wamenkes Dante menyebutkan bahwa inovasi alat kesehatan dalam negeri yang dipamerkan saat Hari Kesehatan Nasional (HKN) akan turut dikerahkan untuk mendukung pemulihan fasilitas kesehatan di Sumatra. Selain itu, Kemenkes terus berkoordinasi dengan dinas kesehatan daerah untuk memastikan distribusi obat-obatan dan alat kesehatan darurat berjalan optimal. Upaya penguatan layanan ini juga didukung oleh tenaga kesehatan lintas instansi lain yang bertugas membuka akses, memberikan layanan bergerak, dan membersihkan fasilitas kesehatan yang terendam.
Saat ini, tim dokter magang dan spesialis sedang dalam proses mobilisasi bertahap. Pengerahan ini diharapkan mampu memberikan bantuan vital bagi ribuan penyintas yang membutuhkan penanganan medis segera, sekaligus menjadi fondasi kuat untuk pemulihan kesehatan jangka panjang di wilayah bencana.

