Wamen Stella Christie Tips Bangun Networking Sejak Mahasiswa
Tips & Edukasi

Wamen Stella Christie: Tips Bangun Networking Sejak Mahasiswa

ADAKAMI – Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamen Dikbudristek), Prof. Stella Christie, kembali memberikan pandangan penting bagi mahasiswa mengenai networking atau pembangunan jaringan profesional sejak dini. dalam kunjungannya ke Gelanggang Inovasi dan Kreativitas Universitas Gadjah Mada (GIK UGM), Stella menekankan bahwa membangun relasi kuat bukan hanya mungkin dilakukan selama masa kuliah, tetapi justru bisa menjadi salah satu kunci penting kesuksesan karier mahasiswa di masa depan.

Menurut Stella, dunia kerja di era modern tidak hanya menuntut hard skills atau kemampuan teknis saja, tetapi juga soft skills seperti kemampuan berkolaborasi, berkomunikasi, dan terutama membangun jaringan yang luas dan relevan. Ia menambahkan bahwa mindset tradisional yang hanya memfokuskan mahasiswa pada perkuliahan saja sudah tidak lagi cukup di tengah persaingan global saat ini.

Networking Selama Kuliah, Benarkah Bisa?

Selama acara tersebut, Stella memberikan 5 strategi praktis yang bisa dipakai mahasiswa untuk memulai dan mengembangkan jaringan sejak masih berstatus pelajar. Menurutnya, networking bukan sekadar “menambah teman”, tetapi strategis dalam membuka peluang kerja, magang, kolaborasi penelitian, hingga proyek profesional.

Memahami GIK UGM sebagai ‘Super Creative Hub’

Stella mengajak mahasiswa untuk memahami GIK UGM bukan sekadar ruang fisik biasa, tetapi sebagai “super creative hub” pusat inovasi yang menggabungkan kreativitas, budaya, dan kewirausahaan. Dengan memahami konsep fasilitas ini, mahasiswa bisa mengoptimalkan penggunaannya sebagai ruang untuk eksperimen ide kreatif sekaligus memperluas relasi.

Dia mengatakan bahwa lokasi seperti GIK sama strategisnya dengan career center di perusahaan tempat berbagai pihak bertemu, berdiskusi, dan berkolaborasi.

“Manfaatkan tempat ini sebagai wadah pengembangan diri berbasis nilai inovasi,” katanya, menekankan bahwa networking adalah proses belajar yang terjadi setiap hari.

Eksplorasi Fasilitas Kolaboratif secara Maksimal

Menurut Stella, salah satu kesalahan mahasiswa adalah hanya fokus pada aktivitas akademis formal, sehingga melewatkan peluang di luar kelas. GIK UGM menyediakan ruang pameran, auditorium, bahkan galeri seni yang bisa menjadi titik awal pertemuan dengan berbagai komunitas dan stakeholder industri.

“Jangan ragu mengeksplorasi semua fasilitas ini. Setiap ruang bisa menjadi awal relasi baru yang bermanfaat untuk karier Anda,” ujar Stella.

Ini juga berarti mahasiswa perlu terbuka terhadap berbagai pengalaman dari presentasi ide, diskusi kreatif, sampai kolaborasi lintas disiplin ilmu.

GIK Sebagai Jembatan Utama Networking Profesional

Ini menjadi poin kunci Stella: mahasiswa perlu melihat networking sebagai rangkaian hubungan yang berkelanjutan, bukan sekadar sekilas kenalan. GIK menyatukan mahasiswa dengan perwakilan industri, organisasi internasional seperti UNESCO, dan perusahaan besar seperti PwC.

Interaksi seperti itu membuka kesempatan untuk mendapatkan magang, kerja sama penelitian, dan bahkan tawaran kerja setelah lulus, menurut Stella.

“Interaksi tidak terbatas hanya dengan sesama mahasiswa atau dosen,” tegasnya, tapi dengan profesional yang sudah berada di dunia industri.

Manfaatkan Akses Publik Gratis untuk Memulai Interaksi

Stella juga membagikan tips praktis: mulai dari hal sederhana dulu. Banyak fasilitas GIK yang dapat diakses secara gratis ini bisa dimanfaatkan mahasiswa untuk hadir di acara, berdiskusi dengan pengunjung lain, dan membangun kepercayaan diri dalam berkomunikasi.

“Akses publik gratis penting untuk memahami dinamika komunitas ini. Datanglah, amati, dan mulai interaksi,” katanya.

Tidak perlu menunggu acara besar atau undangan khusus langkah awal yang sederhana pun bisa membuka kesempatan relasi besar di masa depan.

Bangun Mindset Kolaboratif Sejak Dini

Terakhir, Stella menekankan bahwa networking bukan sekedar kegiatan strategis, tapi juga budaya berpikir. Mahasiswa perlu membangun mindset kolaboratif cara berpikir yang mengutamakan kerja bersama, saling menguatkan, dan berbagi ilmu.

“Dengan aktif di sini, Anda tidak hanya mengasah kreativitas tetapi juga menjalin hubungan profesional yang berguna untuk masa depan,” tuturnya.

Menurut Stella, membangun budaya kampus yang produktif dan saling terhubung adalah investasi jangka panjang yang jauh lebih penting daripada sekadar mendapatkan nilai tinggi.

Relevansi Networking di Era Modern

Pernyataan Stella bukan sekadar teori kosong. Di tengah perkembangan dunia kerja yang sangat cepat dengan kebutuhan akan kolaborasi internasional, riset lintas disiplin, dan modal sosial yang kuat networking menjadi keterampilan penting yang membantu mahasiswa bersaing.

Lebih jauh lagi, Stella dalam berbagai kesempatan lain juga mendorong mahasiswa untuk terlibat dalam aktivitas riset dan kolaborasi global, seperti membangun hubungan dengan ilmuwan muda di forum internasional. Hal ini mendukung gagasan bahwa networking bukan saja soal relasi pekerjaan, tetapi juga pembukaan peluang untuk kontribusi ilmiah dan inovasi.