ADA KAMI – Ajang Consumer Electronics Show (CES) 2026 kembali menjadi saksi bisu ambisi besar TCL dalam mengukuhkan posisinya sebagai pemimpin pasar elektronik global. Mengusung tema “A Limitless Future of Displays”, raksasa teknologi asal Tiongkok ini memukau ribuan pengunjung di Las Vegas Convention Center dengan memperkenalkan deretan produk yang menggabungkan kemajuan visual ekstrem dan kecerdasan buatan (AI) yang intuitif.
Fokus utama TCL tahun ini terletak pada tiga pilar utama: teknologi layar SQD-Mini LED, integrasi ekosistem AI Smart Living, dan terobosan perangkat wearable masa depan.
Revolusi Visual: Flagship X11L dan Teknologi SQD-Mini LED
Bintang utama di paviliun TCL adalah TCL X11L, sebuah televisi flagship yang menggunakan teknologi Super Quantum Dot (SQD) Mini LED. TV ini bukan sekadar pembaruan rutin, melainkan standar baru dalam industri layar. Dibekali dengan panel Ultra CSOT WHVA 2.0, X11L mampu mencapai tingkat kecerahan puncak (peak brightness) hingga 10.000 nits. Angka ini tiga kali lipat lebih tinggi dibandingkan rata-rata TV Mini LED premium saat ini, menjadikannya salah satu layar tercerah yang pernah diproduksi untuk konsumen massal.
Tidak hanya soal kecerahan, TCL menyematkan hingga 20.736 zona peredupan lokal (local dimming zones). Jumlah zona yang masif ini memungkinkan kontrol cahaya yang sangat presisi, meminimalisir efek blooming, dan menghasilkan rasio kontras yang mendekati kualitas panel OLED namun dengan daya tahan dan kecerahan jauh di atasnya.
TCL juga memperkenalkan seri RGB Mini LED melalui model Q10M Ultra. Berbeda dengan Mini LED konvensional yang menggunakan LED biru berlapis fosfor, teknologi RGB Mini LED menggunakan LED merah, hijau, dan biru secara terpisah untuk backlight. Hasilnya adalah volume warna yang mencapai 100% standar BT.2020, memberikan akurasi warna yang identik dengan monitor profesional Hollywood.
Era Baru Gaya Hidup Cerdas dengan AI Me
Di sisi lain, TCL menunjukkan bahwa masa depan bukan hanya tentang layar besar, tetapi tentang seberapa cerdas perangkat tersebut berinteraksi dengan penggunanya. Salah satu kejutan terbesar adalah peluncuran TCL AiMe, robot pendamping AI modular pertama di dunia. AiMe dirancang untuk menjadi pusat kendali rumah pintar yang mampu mengenali emosi pengguna, memberikan saran gaya hidup, hingga mengatur suhu ruangan melalui sistem AC FreshIN 3.0 secara otomatis.
Integrasi AI ini juga merambah ke sektor hiburan. TCL bekerja sama dengan Microsoft untuk menyematkan fitur Azure OpenAI ke dalam jajaran Smart TV mereka. Melalui prosesor TSR AI Processor terbaru, TV TCL kini tidak hanya meningkatkan kualitas gambar (upscaling) secara real-time, tetapi juga mampu melakukan dialog multimodal. Pengguna bisa bertanya, “Rekomendasikan film yang cocok dengan suasana hujan hari ini dan pesan makanan dari restoran terdekat,” dan AI akan memproses permintaan tersebut secara instan.
Kacamata AR RayNeo Air 4 Pro: Bioskop dalam Saku
Melalui lini RayNeo, TCL kembali menggebrak pasar Augmented Reality (AR) dengan merilis RayNeo Air 4 Pro. Ini adalah kacamata AR pertama di dunia yang mendukung teknologi HDR10. Menggunakan layar Micro-OLED SeeYa, kacamata ini memberikan pengalaman menonton setara layar 200 inci yang tajam dengan tingkat kecerahan 1.200 nits.
Keunggulan utama Air 4 Pro adalah kolaborasinya dengan Bang & Olufsen untuk urusan audio, serta fitur konversi video 2D ke 3D berbasis AI yang sangat mulus. Dengan berat hanya 76 gram, perangkat ini diprediksi akan menjadi standar baru bagi para gamer dan penikmat konten seluler yang menginginkan privasi serta kualitas visual kelas atas.
Komitmen Keberlanjutan dan Kesehatan Mata
Selain performa, TCL juga menekankan teknologi ramah lingkungan dan kesehatan. Teknologi NXTPAPER 70 Pro yang disematkan pada jajaran tablet dan smartphone terbaru mereka mendapatkan penghargaan karena kemampuannya meminimalkan cahaya biru hingga 60% tanpa mengubah reproduksi warna. Di sisi manufaktur, TCL CSOT mengumumkan bahwa sebagian besar panel layar terbaru mereka kini diproduksi menggunakan bahan daur ulang dan proses fabrikasi yang menghemat energi hingga 25%.

