ADA KAMI – Pasar modal Indonesia mencatatkan sejarah baru di penghujung tahun 2025. Data terbaru dari Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) menunjukkan bahwa jumlah investor pasar modal telah menembus angka psikologis 20,32 juta Single Investor Identification (SID). Lonjakan ini didominasi secara masif oleh generasi muda, khususnya Milenial dan Gen Z, yang kini menjadi motor penggerak utama likuiditas pasar domestik.
Menanggapi fenomena ini, PT Bank Digital BCA (BCA Digital) menekankan bahwa integrasi teknologi dan simplifikasi layanan keuangan menjadi faktor krusial di balik antusiasme investasi anak muda. Transformasi digital tidak lagi hanya sekadar tren, melainkan kebutuhan fundamental untuk menjembatani akses masyarakat terhadap instrumen investasi yang sebelumnya dianggap kompleks.
Dominasi Anak Muda di Pasar Modal
Sepanjang tahun 2025, pertumbuhan investor ritel mengalami kenaikan signifikan sebesar 37% dibandingkan tahun sebelumnya. Menariknya, sekitar 80% dari total investor baru tersebut berasal dari kelompok usia di bawah 40 tahun. Kehadiran investor muda ini juga berdampak langsung pada performa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sempat mencetak rekor All Time High sebanyak 24 kali sepanjang tahun 2025.
Direktur Utama KSEI, Samsul Hidayat, dalam keterangannya menyebutkan bahwa peningkatan ini mencerminkan tingginya literasi keuangan digital di Indonesia.
“Dominasi anak muda menunjukkan bahwa pasar modal kita semakin inklusif. Mereka adalah kelompok yang melek teknologi, menyukai kemudahan, dan memiliki akses informasi yang sangat luas melalui platform digital,” ujarnya.
Strategi BCA Digital: Menjadikan Investasi Segampang Top-Up
Melihat tren tersebut, BCA Digital melalui aplikasi blu terus memperkuat ekosistem investasinya. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah dengan menghadirkan fitur bluInvest dan bluRDN. Edwin Tirta, Head of Digital Business BCA Digital, mengungkapkan bahwa hambatan terbesar bagi investor pemula bukanlah ketersediaan modal, melainkan kompleksitas administrasi.
“Banyak investor muda yang merasa ragu untuk memulai karena proses pembukaan rekening dana nasabah (RDN) atau top-up dana yang terpisah-pisah. Kami hadir untuk melakukan simplifikasi. Dengan teknologi, kami ingin memastikan bahwa investasi terasa sesederhana melakukan top-up e-wallet atau membeli paket data,” jelas Edwin dalam pernyataan resminya pada Jumat (2/1/2026).
Melalui fitur bluRDN, nasabah dapat melakukan pembukaan RDN secara digital dalam hitungan menit tanpa perlu berpindah aplikasi. Setelah saldo tersedia, nasabah bisa langsung bertransaksi saham melalui aplikasi BCA Sekuritas Mobile yang telah terintegrasi secara mulus (seamless) dengan sistem blu.
Peran Fitur Autopilot dan Kolaborasi Ekosistem
Selain kemudahan akses, BCA Digital juga menyoroti pentingnya konsistensi dalam berinvestasi. Untuk mendukung hal ini, fitur bluInvest telah berkolaborasi dengan mitra Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) seperti Moduit dan FUNDtastic.
Kerja sama ini memungkinkan nasabah untuk:
-
Monitor Portofolio Terpusat: Nasabah dapat memantau pertumbuhan aset reksa dana dan saham mereka langsung dari satu aplikasi blu.
-
Auto-Invest (Dollar Cost Averaging): Fitur ini memungkinkan nasabah untuk menyisihkan dana secara otomatis setiap bulan, membantu mereka tetap disiplin tanpa harus memantau pergerakan pasar setiap detik.
-
Investasi dengan Modal Minim: Mengubah stigma bahwa investasi memerlukan dana besar, kini nasabah bisa memulai investasi reksa dana dengan nominal yang sangat terjangkau.
Literasi Digital dan Keamanan Data
Meskipun teknologi memberikan kemudahan, BCA Digital tetap mengimbau para investor muda untuk selalu memperhatikan aspek keamanan dan literasi. Peningkatan jumlah investor harus dibarengi dengan pemahaman risiko yang baik.
“Kami tidak hanya menyediakan alat (tool), tapi juga terus mengedukasi Sobatblu agar menjadi investor yang cerdas. Teknologi memberikan kecepatan, tetapi strategi dan pemahaman fundamental tetap menjadi kunci keberhasilan investasi jangka panjang,” tambah Edwin.
Dengan dukungan infrastruktur digital yang kuat, Indonesia optimistis dapat mempertahankan momentum pertumbuhan investor ritel ini. Peran bank digital seperti BCA Digital terbukti menjadi salah satu pilar penting dalam mempercepat transformasi ekonomi berbasis teknologi di tanah air.

