ADAKAMI – Di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat tentang gaya hidup sehat, banyak orang kini lebih teliti dalam memilih makanan. Namun, sejumlah pilihan yang terlihat sehat baik karena labelnya, cara pemasaran, atau tren diet ternyata tidak selalu baik bagi tubuh. Nutrisionis dan penelitian terbaru memperingatkan bahwa beberapa makanan yang sering dianggap sehat justru memiliki efek samping yang merugikan jika dikonsumsi secara rutin.
1. Juice Cleanse dan Minuman Kemasan “Sehat”
Program detoks dengan jus alias juice cleanse belakangan populer di kalangan masyarakat yang ingin cepat menurunkan berat badan atau membersihkan tubuh dari racun. Namun, studi terbaru mengungkap bahwa metode ini dapat meningkatkan peradangan usus dalam hitungan hari. Peserta yang hanya mengonsumsi jus selama tiga hari menunjukkan tingkat bakteri yang berhubungan dengan peradangan dan gangguan kesehatan pencernaan meningkat, karena rendahnya serat dan tingginya kandungan gula alami dari jus buah.
Ahli gizi menegaskan bahwa konsumsi jus bukanlah pengganti ideal untuk buah utuh, karena serat yang penting bagi mikrobiota usus hilang dalam proses pembuatan jus. Sebagai gantinya, dianjurkan untuk mengonsumsi buah dan sayuran utuh agar membantu pencernaan, menjaga keseimbangan gula darah, dan memberi nutrisi lengkap.
2. Makanan Ultra-Processed yang Dipromosikan Sebagai “Sehat”
Salah satu ancaman terbesar terhadap pola makan sehat ialah peningkatan asupan makanan ultra-processed makanan yang diproses secara ekstensif dan sering diberi label “rendah lemak” atau “plant-based”. Tiga kategori yang sebaiknya dihindari adalah daging olahan seperti sosis dan bacon, minuman manis, serta makanan yang digoreng secara komersial.
Bahkan produk berbasis tumbuhan atau “plant-based” yang ultra-processed, seperti burger vegan siap saji atau minuman nabati dengan tambahan gula dan garam, dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan kematian dini jika dikonsumsi berlebihan.
Ahli kesehatan menekankan: “Banyak produk yang mengklaim sehat hanya karena mengandung unsur tumbuhan, tetapi sebenarnya tinggi gula, garam, dan zat aditif.”
3. Yogurt Rasa dan Sereal Sarapan yang Menipu
Yoghurt rasa dan sereal sarapan sering dianggap pilihan sehat, terutama untuk menurunkan berat badan atau mengontrol gula darah. Namun, beberapa produk yoghurt rasa mengandung gula tambahan yang tinggi, terkadang setara dengan satu porsi es krim. Begitu pula sereal sarapan komersial sering terdiri dari biji-bijian yang dimurnikan dengan tambahan gula dan bahan pengawet.
Ahli nutrisi menyarankan mengganti yoghurt rasa dengan yoghurt tawar dan menambah buah segar sebagai pemanis alami. Untuk sereal, pilihlah yang rendah gula atau buat sendiri dengan gandum utuh, kacang-kacangan, dan biji-bijian.
4. “Veggie Chips” dan Camilan Sayur yang Tidak Sehat
Produk seperti veggie chips atau snack sayuran kemasan sering dipromosikan sebagai alternatif sehat dari keripik kentang biasa. Namun, sebagian besar produk ini tidak jauh berbeda dari keripik biasa mereka tinggi kalori, lemak, dan rendah serat karena bahan baku sering diproses dan digoreng.
Sebagai alternatif, buat camilan sendiri dengan memanggang sayuran segar tipis-tipis dengan sedikit minyak zaitun, garam minimal, dan rempah pilihan cara ini mempertahankan nilai gizi sekaligus menjadi lebih rendah lemak.
5. Minuman Musiman yang “Bergizi” Tapi Tinggi Gula
Minuman musim dingin seperti cokelat panas atau latte rempah sering dianggap menyehatkan. Namun, beberapa minuman ini dapat mengandung gula dalam jumlah tinggi, mencapai 20–60 gram per porsi lebih dari separuh kebutuhan harian gula tambahan. Konsumsi terus-menerus dapat mengganggu kesehatan tulang dan metabolisme.
Ahli nutrisi menyarankan membuat versi “ringan” di rumah dengan cocoa tanpa gula, susu rendah lemak atau nabati, serta pemanis alami seperti stevia atau sedikit madu.
Kenapa Kesalahan Ini Terjadi?
Beberapa faktor menyebabkan makanan yang tampak sehat justru tidak sebaik yang diklaimnya:
- Labeling yang menyesatkan: Klaim “rendah lemak” atau “bebas gluten” tidak otomatis berarti sehat.
- Proses industri: Banyak produk hilang serat dan nutrisi penting saat diproses, diganti gula, garam, atau aditif.
- Persepsi populer: Konsumen sering mempercayai tren atau influencer daripada melihat komposisi nutrisi secara cermat.
Tips Menghindari Makanan “Sehat” yang Menyesatkan
- Baca label secara teliti fokus pada kandungan gula, sodium, dan daftar bahan yang panjang.
- Pilih makanan utuh/minim proses buah, sayur, biji-bijian, kacang‑kacangan.
- Kurangi produk dengan aditif dan pewarna buatan meskipun diklaim aman, beberapa dapat memicu reaksi sensitivitas tertentu.
- Batasi camilan kemasan meskipun diklaim sehat lebih baik pilih camilan alami.

