ADAKAMI – Fenomena olahraga padel di Indonesia terus menunjukkan grafik peningkatan yang signifikan, tak hanya sebagai tren gaya hidup, tetapi juga mulai menapaki jalur prestasi. Dalam momen krusial perkembangan ini, kehadiran atlet padel top dunia, Denise Hofer, menjadi sumber inspirasi yang berharga. Juara padel asal Jerman yang dikenal sebagai salah satu pemain terbaik di negaranya dan figur berpengaruh dalam industri padel global, baru-baru ini membagikan pandangannya mengenai potensi besar yang dimiliki Indonesia dalam peta olahraga padel dunia.
Hofer, yang juga merupakan kapten tim nasional Padel Jerman, menyoroti antusiasme masyarakat Indonesia, khususnya generasi muda, terhadap olahraga yang menggabungkan elemen tenis dan squash ini.
“Padel sedang booming di seluruh dunia, dan Indonesia tidak terkecuali. Saya melihat energi yang luar biasa di sini, terutama di Jakarta dan Bali, yang telah menjadi pusat perkembangan padel,” ujar Hofer dalam sebuah sesi diskusi dengan komunitas padel lokal dan media.
Ia menambahkan bahwa kemudahan akses dan sifat sosial dari padel menjadikannya sangat cocok dengan budaya masyarakat urban di Indonesia.
Dari Tenis Profesional ke Padel Dunia
Perjalanan karir Hofer sendiri merupakan kisah inspiratif. Sebagai mantan pemain tenis profesional, ia bertransisi ke padel pada tahun 2018 dan dengan cepat mencapai puncak karir. Keahliannya di lapangan, yang dicirikan oleh kecepatan, antisipasi, dan pukulan backhand cross-court dua tangan yang mematikan, menjadikannya pesaing yang disegani.
Denise Hofer menekankan bahwa kunci sukses dalam padel dan olahraga pada umumnya bukan hanya terletak pada keterampilan teknis, tetapi juga pada dedikasi, strategi, dan komunitas yang suportif.
- Pentingnya Komunitas: Menurut Hofer, Padel adalah olahraga ganda (dimainkan berpasangan), yang secara inheren mendorong interaksi dan koneksi sosial. Di Indonesia, ia melihat komunitas yang tumbuh sangat pesat.
“Dukungan komunitas adalah fondasi. Di Jerman, kami fokus membangun komunitas yang solid, dan saya melihat ini sudah terjadi di Indonesia. Ini harus terus dipupuk, karena komunitaslah yang akan membawa olahraga ini ke level berikutnya, baik secara rekreasi maupun profesional,” jelasnya.
- Adaptasi Teknik dan Strategi: Bagi para pemain yang beralih dari tenis, Hofer menyarankan untuk fokus pada penyesuaian strategi. Lapangan padel yang lebih kecil dan dinding kaca yang menjadi bagian integral permainan menuntut lebih banyak strategi dan positioning daripada hanya kekuatan. Ia membagikan tips untuk menguasai teknik khas padel seperti chiquita dan lob yang efektif, serta pentingnya komunikasi yang konstan dengan pasangan.
- Keseimbangan Atlet dan Bisnis: Selain karir atletiknya, Hofer juga seorang pengusaha di bidang sport marketing & management melalui perusahaannya, DeeStyle. Ia menganjurkan atlet-atlet Indonesia untuk tidak hanya fokus pada permainan di lapangan, tetapi juga memahami aspek manajemen diri, branding, dan mencari peluang sponsor, mengingat Padel kini telah menjadi bagian dari gaya hidup berkelas.
Peta Jalan Indonesia Menuju Padel Global
Perkembangan padel di Indonesia memang patut diacungi jempol. Data menunjukkan bahwa Indonesia kini memiliki lebih dari seratus lapangan padel permanen, menjadikannya kekuatan terbesar di Asia Tenggara. Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PBPI) juga aktif menyelenggarakan turnamen dan menjalin kerja sama internasional, bahkan Padel telah dipertimbangkan masuk dalam ajang Olimpiade di masa depan.
Namun, Denise Hofer mengingatkan bahwa ada beberapa langkah yang perlu diambil untuk mentransformasi antusiasme menjadi prestasi global:
- Pengembangan Infrastruktur Standar Internasional: Walaupun jumlah lapangan sudah banyak, kualitas dan standar lapangan untuk kompetisi profesional perlu terus ditingkatkan.
- Sistem Pelatihan Usia Dini: “Bakat sudah ada. Yang dibutuhkan adalah sistem pembinaan usia dini yang terstruktur dan didukung oleh pelatih bersertifikasi internasional,” tegas Hofer. Pembinaan yang tepat akan memastikan Indonesia dapat mencetak pemain-pemain yang siap bersaing di World Padel Tour (WPT) atau kompetisi Federasi Internasional de Padel (FIP).
- Mendorong Partisipasi Wanita: Sebagai kapten tim nasional putri, Hofer secara khusus mendorong lebih banyak wanita di Indonesia untuk terlibat. Ia melihat potensi besar di sektor putri Indonesia dan menekankan bahwa Padel adalah olahraga yang inklusif dan dapat dinikmati semua gender dan usia.
Kehadiran Denise Hofer dan wawasan yang ia bagikan diharapkan dapat menjadi dorongan kuat bagi PBPI, para atlet, dan seluruh komunitas untuk menyusun peta jalan yang ambisius. Padel bukan sekadar olahraga musiman di Tanah Air; dengan fondasi yang kuat dan inspirasi dari juara dunia, Indonesia berpeluang besar untuk segera mengukir prestasi gemilang di tingkat Asia dan global.

