ADA KAMI – Industri kendaraan listrik (EV) global tengah menyaksikan pergeseran paradigma yang drastis. Jika satu dekade lalu produsen otomotif Tiongkok sering dituding sebagai peniru desain Barat, kini situasinya berbalik. BYD (Build Your Dreams), raksasa EV asal Shenzhen, secara terbuka menyatakan bahwa terobosan teknologi mereka kini menjadi kiblat yang kerap dipelajari, bahkan dijiplak oleh para pesaingnya di industri otomotif.
Dalam serangkaian pernyataan internal dan publik yang mencuat pada awal Januari 2026, manajemen senior BYD mengungkapkan dinamika persaingan yang semakin sengit di mana inovasi orisinal mereka seringkali “dipinjam” oleh produsen lain hanya dalam waktu singkat setelah diluncurkan.
Jika Kami Berhenti, Mereka Tak Punya Apa Pun untuk Ditiru
Li Yunfei, salah satu eksekutif senior BYD, dalam sebuah diskusi industri baru-baru ini menyampaikan perspektif yang provokatif. Ia menyebutkan bahwa banyak kompetitor yang dulunya meragukan peta jalan teknologi BYD, kini justru berbondong-bondong mengadopsi jalur yang sama.
“Pada awalnya, banyak yang mempertanyakan pilihan teknis kami, seperti baterai LFP (Lithium Iron Phosphate) atau sistem plug-in hybrid. Namun sekarang, kita bisa melihat hampir semua pemain besar mulai mengikuti jejak tersebut,” ujar Li.
Fenomena ini sempat memicu perdebatan internal di tubuh BYD mengenai seberapa besar energi yang harus dikerahkan untuk melindungi kekayaan intelektual versus terus melaju dengan inovasi baru. Namun, perusahaan mengambil kesimpulan strategis yang tegas: inovasi tidak boleh melambat. BYD meyakini bahwa jika mereka berhenti melakukan terobosan, maka industri secara keseluruhan akan kehilangan kompas pengembangan.
Teknologi Kunci yang Menjadi Inspirasi Industri
Setidaknya ada tiga pilar teknologi utama milik BYD yang diklaim telah menjadi standar baru yang coba diikuti oleh pabrikan lain:
- Blade Battery: Teknologi baterai struktural yang menawarkan keamanan tinggi dan kepadatan energi optimal. Sejak diperkenalkan, banyak produsen baterai dan otomotif global mulai beralih dari kimia NMC (Nickel Manganese Cobalt) ke LFP dengan desain sel yang memanjang serupa dengan konsep Blade.
- Sistem Pengisian Cepat Megawatt: Pada pertengahan 2025, BYD meluncurkan sistem pengisian daya kilat berskala megawatt. Perusahaan memprediksi bahwa indikator teknis ini akan coba disamai oleh kompetitor dalam rentang waktu satu hingga tiga tahun ke depan.
- Teknologi Hybrid DM (Dual Mode): Sistem plug-in hybrid generasi terbaru BYD yang menawarkan efisiensi termal luar biasa telah memaksa produsen mobil tradisional untuk merombak ulang strategi powertrain mereka agar tetap kompetitif secara harga dan konsumsi bahan bakar.
Budaya Riset di Bawah Wang Chuanfu
Keberanian BYD dalam melontarkan klaim ini didorong oleh investasi riset yang masif. Pendiri BYD, Wang Chuanfu, dikenal sebagai pemimpin yang sangat teknis. Hingga awal 2026, ia dilaporkan masih sering terlibat langsung dalam rapat-rapat ilmiah hingga larut malam, membahas detail reaksi kimia baterai hingga efisiensi motor listrik sinkron magnet permanen.
Hingga akhir Desember 2025, BYD terus memperkuat portofolio intelektualnya dengan mendaftarkan berbagai paten baru, termasuk teknologi variable-flux permanent magnet synchronous motor yang diklaim mampu meningkatkan efisiensi motor listrik di berbagai kondisi berkendara.
Menanggapi Persaingan sebagai Kontribusi Industri
Meskipun merasa “gerah” dengan aksi peniruan desain dan teknologi, BYD memilih untuk melihat fenomena ini dari sisi positif. Bagi mereka, fakta bahwa teknologi mereka ditiru adalah validasi atas kepemimpinan mereka di pasar global.
“Kami menganggap ini sebagai proses kompetisi yang normal. Pada akhirnya, ketika teknologi kami menjadi standar industri, masyarakatlah yang diuntungkan melalui kendaraan yang lebih aman dan efisien,” tambah Li Yunfei.
BYD kini memfokuskan strategi mereka pada “kecepatan.” Dengan siklus pengembangan produk yang sangat singkat, mereka menargetkan untuk selalu berada dua langkah di depan para pengikutnya. Target ambisius pun ditetapkan: menguasai 25% pasar mobil listrik global pada akhir 2026.
Tantangan Global di Tahun 2026
Di tengah klaim keunggulan teknologi ini, BYD juga menghadapi tantangan besar, mulai dari perang harga yang belum usai hingga hambatan perdagangan di pasar Amerika Serikat dan Eropa. Namun, dengan penguasaan rantai pasok dari hulu ke hilir mulai dari tambang lithium hingga chip semikonduktor mandiri BYD tampaknya tetap percaya diri bahwa mereka adalah “cetak biru” masa depan mobilitas global.

