ADA KAMI – Di tengah percepatan digitalisasi ekonomi global, metode pembayaran Buy Now Paylater (BNPL atau layanan “beli dulu, bayar kemudian”) berkembang pesat dari sebuah tren belanja menjadi sebuah kebutuhan baru masyarakat modern. Transformasi ini dipengaruhi oleh perubahan perilaku konsumen, tantangan arus kas rumah tangga, dan akses ke layanan keuangan digital yang lebih mudah.
Evolusi BNPL: Dari Tren Ke Kebutuhan
Ketika pertama kali hadir, layanan BNPL sering dipandang sebagai alat untuk memenuhi keinginan impulsif terutama belanja fashion, gadget, atau gaya hidup lainnya. Namun, perubahan signifikan terjadi seiring meningkatnya literasi keuangan dan adopsi teknologi finansial (fintech). Banyak pengguna kini menggunakan BNPL untuk kebutuhan yang lebih rasional dan penting.
Contohnya:
- Pembelian kebutuhan bulanan
- Pembayaran tagihan rutin
- Isi ulang pulsa & data
- Investasi kecil dalam perangkat kerja atau pendidikan
Metode ini kini sering kali menjadi alat utama untuk membantu mengatur arus kas jangka pendek khususnya bagi pekerja dengan pendapatan yang tidak stabil atau mereka yang menerima gaji dalam siklus tertentu.
Faktor Dorong Adopsi BNPL
a. Kemudahan Akses
Salah satu daya tarik utama BNPL adalah proses pendaftaran dan aktivasi layanan yang cepat, tanpa memerlukan kartu kredit atau histori kredit panjang fitur yang secara signifikan meningkatkan inklusi keuangan digital.
b. Fleksibilitas Pembayaran
Pengguna dapat menyesuaikan jumlah cicilan dan tenor dengan siklus pemasukan masing-masing, yang membantu mereka mengelola pengeluaran tanpa perlu menunda kebutuhan penting.
c. Dominasi Transaksi Digital
Seiring dominasi e-commerce dan transaksi non-tunai, metode pembayaran digital terus berkembang, dan BNPL berada di garis depan sebagai pilihan pembayaran yang cepat, praktis, dan luas jangkauannya.
Data dan Realita Penggunaan Global
Laporan terbaru dari dunia menunjukkan bahwa BNPL bukan fenomena yang terjadi di satu negara saja:
🔹 Amerika Serikat: Survei menunjukkan BNPL kini dipakai tidak hanya untuk belanja retail, tetapi juga untuk layanan pengalaman, seperti liburan, konser, dan kebutuhan sehari-hari termasuk tagihan medis atau utilitas menandai pergeseran dari belanja sekadar barang ke alat bantu perencanaan finansial.
🔹 Pertumbuhan di Indonesia: Data OJK menunjukkan jumlah pengguna BNPL di Indonesia terus meningkat, dengan nilai pembiayaan yang menembus puluhan triliun rupiah pertumbuhan yang menggambarkan bagaimana layanan ini sudah meresap ke kehidupan konsumen.
Di sektor perbankan, layanan BNPL juga tumbuh dengan kualitas kredit yang semakin baik, serta jumlah pengguna yang terus meningkat secara signifikan.
BNPL: Bukan Hanya soal “Menunda Bayar”
Kesalahpahaman umum terhadap BNPL adalah melihatnya sebagai utang konsumtif yang berisiko. Padahal bagi banyak pengguna, terutama yang merencanakan pengeluaran dengan matang, BNPL membantu mereka memprioritaskan kebutuhan mendesak tanpa membebani arus kas secara langsung.
Contohnya:
- Membeli laptop untuk keperluan pekerjaan atau studi
- Membayar perbaikan rumah saat dana darurat belum tersedia
- Menyelesaikan tagihan penting tanpa menunggu gaji berikutnya
Risiko dan Tantangan yang Perlu Diwaspadai
Walaupun sangat membantu, BNPL tidak sepenuhnya bebas risiko. Beberapa hal yang perlu diperhatikan:
a. Potensi Hutang yang Menumpuk
Survei menunjukkan bahwa sejumlah pengguna terlambat membayar cicilan, yang dapat meningkatkan biaya tambahan atau penalti.
b. Kebutuhan Literasi Keuangan
Menurut World Economic Forum, inovasi keuangan harus disertai dengan edukasi yang memadai agar alat seperti BNPL membantu, bukan memicu jebakan utang yang lebih serius di masa depan.
c. Regulasi yang Semakin Ketat
Beberapa otoritas keuangan di berbagai negara mulai memperketat regulasi terhadap layanan BNPL untuk memastikan pertumbuhan yang sehat dan perlindungan konsumen jangka panjang.
Peran Penyedia Layanan dan Edukasi Pengguna
Para penyedia layanan BNPL kini dituntut untuk meningkatkan transparansi, fitur kontrol risiko, dan edukasi bagi pengguna. Hal ini penting agar konsumen memahami:
- Total biaya cicilan
- Tenor pinjaman
- Konsekuensi keterlambatan pembayaran
Edukasi ini menjadi kunci utama agar BNPL benar-benar menjadi alat bantu finansial yang sehat dan berkelanjutan.

