Akses Air Bersih Baru Tingkatkan Kesehatan Warga Bandung
Kesehatan

Akses Air Bersih Baru Tingkatkan Kesehatan Warga Bandung

ADAKAMI – Warga di kawasan padat penduduk Kelurahan Lebak Gede, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, kini mulai merasakan manfaat hadirnya fasilitas akses air bersih terintegrasi yang baru saja diresmikan. Program ini merupakan bagian dari upaya strategis meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui penyediaan air bersih yang aman dan berkelanjutan, sekaligus menekan risiko kesehatan yang selama ini banyak muncul akibat keterbatasan sanitasi.

Bagi warga di daerah tersebut, akses air bersih telah lama menjadi masalah utama. Banyak keluarga yang harus mengandalkan sumur dangkal yang kualitasnya tidak selalu terjamin, terutama saat musim hujan ketika kontaminasi air semakin sering terjadi. Dengan kapasitas layanan infrastruktur yang terbatas, kebutuhan air bersih menjadi tantangan serius bagi penduduk di wilayah padat penduduk ini.

Keberadaan fasilitas baru ini bukan hanya membuka akses air bersih, tetapi juga menawarkan solusi jangka panjang untuk mengatasi berbagai risiko kesehatan. Air yang tidak layak konsumsi sering menjadi penyebab munculnya penyakit menular seperti diare, infeksi kulit, dan gangguan pencernaan. Dengan adanya sistem penyediaan air bersih yang lebih baik, warga kini memiliki peluang untuk meningkatkan pola hidup sehat serta mengurangi potensi penyakit yang berhubungan dengan kualitas air.

Inisiatif TJSL Perusahaan

Penyediaan fasilitas air bersih ini merupakan bagian dari Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) salah satu perusahaan yang beroperasi di Bandung. Menurut keterangan pihak perusahaan, program ini dirancang untuk membantu masyarakat menghadapi keterbatasan infrastruktur air bersih dan memastikan bahwa warga memperoleh hak dasar yang layak. Program ini menekankan pembangunan fasilitas yang mudah diakses, aman digunakan, dan memiliki sistem pengelolaan yang dapat berkelanjutan.

Perusahaan tersebut menegaskan bahwa pembangunan fasilitas air bersih bukan sekadar proyek sosial, tetapi juga strategi jangka panjang dalam membangun masyarakat yang lebih sehat dan produktif. Dengan akses air bersih yang memadai, kualitas hidup warga diharapkan meningkat secara menyeluruh, mulai dari kesehatan, pendidikan, hingga produktivitas kerja.

Fokus pada Pengurangan Risiko Kesehatan dan Stunting

Salah satu tujuan utama program ini adalah mengurangi risiko kesehatan yang muncul akibat penggunaan air yang tidak layak. Penyakit berbasis air merupakan ancaman serius terutama bagi anak-anak dan lansia. Dalam beberapa kasus, kualitas air yang buruk juga berkontribusi terhadap tingginya angka stunting, sebuah kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis dan lingkungan sanitasi yang buruk.

Dengan hadirnya fasilitas air bersih ini, warga kini dapat menggunakan air berkualitas untuk memasak, minum, mandi, mencuci, dan kebutuhan rumah tangga lainnya. Sanitasi keluarga pun dapat ditingkatkan secara signifikan, sehingga berbagai penyakit yang sebelumnya sering muncul berpotensi menurun. Edukasi mengenai kebiasaan hidup bersih turut diberikan, terutama kepada keluarga muda, agar dampaknya tidak hanya terasa pada penyediaan air tetapi juga pada pola hidup sehari-hari.

Sasaran Wilayah dan Program Penguatan Ketahanan Pangan

Fasilitas air bersih ini ditujukan untuk warga di dua RW di Kelurahan Lebak Gede, yaitu RW 07 dan RW 12. Selain penyediaan air bersih, program ini juga memasukkan komponen ketahanan pangan melalui pemanfaatan lahan untuk menanam sayuran produktif. Program ini mengajak warga menanam sayuran seperti pakcoy, cabai rawit, kangkung, dan sayuran lain yang mudah dipanen.

Inisiatif ini tidak hanya membantu mengurangi biaya kebutuhan pangan harian, tetapi juga memperkuat ketahanan gizi keluarga. Dengan kualitas air yang baik, warga dapat menanam sayuran dengan lebih aman tanpa risiko kontaminasi dari air yang tercemar.

Dukungan Pemerintah dan Partisipasi Masyarakat

Pemerintah Kelurahan Lebak Gede menyambut baik program ini dan menilai bahwa kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat merupakan langkah yang sangat diperlukan. Dengan meningkatnya jumlah penduduk dan berkembangnya kawasan urban di Bandung, kebutuhan air bersih semakin mendesak untuk dipenuhi.

Pejabat kelurahan juga mengajak masyarakat untuk turut menjaga fasilitas air bersih tersebut agar tetap berfungsi dengan baik dalam jangka panjang. Masyarakat diminta aktif dalam perawatan, termasuk menjaga kebersihan sarana umum dan memastikan penggunaan fasilitas secara bertanggung jawab.

Manfaat Jangka Panjang dan Tantangan

Dampak jangka panjang dari program ini diharapkan tidak hanya terlihat pada penurunan angka penyakit, tetapi juga dalam peningkatan kualitas hidup secara keseluruhan. Akses air bersih yang terjamin akan mengurangi beban keluarga yang sebelumnya harus menghabiskan waktu dan tenaga untuk mendapatkan air berkualitas, dan memungkinkan mereka fokus pada aktivitas produktif lainnya.

Meski demikian, Bandung masih menghadapi tantangan besar terkait ketersediaan sumber daya air. Urbanisasi yang cepat, penurunan daerah resapan, serta pencemaran sungai dan sumur menjadi isu yang perlu ditangani secara terpadu. Program seperti ini dapat menjadi titik awal solusi yang keberlanjutan.