INTI Tangsel & UI Ratusan Warga Serang Nikmati Cek Kesehatan Gratis
Kesehatan

INTI Tangsel & UI: Ratusan Warga Serang Nikmati Cek Kesehatan Gratis

ADAKAMI – Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) Tangerang Selatan (Tangsel) kembali menunjukkan komitmennya dalam aksi sosial dan kemanusiaan. Kali ini, INTI Tangsel menggandeng tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) gabungan dari Fakultas Teknik dan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI) untuk menggelar program pemeriksaan kesehatan gratis di Desa Talaga, Kecamatan Mancak, Kabupaten Serang, pada Minggu (07/12/2025).

Aksi kolaboratif ini disambut antusias oleh ratusan warga Desa Talaga dan sekitarnya. Sejak pagi hari, masyarakat terlihat berbondong-bondong memadati lokasi kegiatan, menunjukkan tingginya kebutuhan akan akses kesehatan yang terjangkau dan berkualitas di wilayah tersebut. Desa Talaga, yang secara geografis cukup terpencil, sering kali menghadapi kendala dalam mendapatkan pelayanan kesehatan dasar secara rutin.

Layanan Kesehatan Komprehensif

Kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis ini tidak hanya terbatas pada pengecekan tekanan darah dan konsultasi ringan, melainkan juga menyediakan layanan yang cukup komprehensif. Mahasiswa dari Fakultas Kedokteran UI, didampingi oleh tenaga medis profesional dari INTI Tangsel, memberikan layanan berupa:

  • Pemeriksaan Kesehatan Umum: Pengecekan vital sign (tekanan darah, suhu tubuh, denyut nadi), diagnosis penyakit ringan, dan konsultasi kesehatan pribadi.
  • Pemeriksaan Laboratorium Sederhana: Pengecekan kadar gula darah sewaktu (GDS), asam urat, dan kolesterol, yang sangat penting untuk mendeteksi penyakit metabolik yang sering diderita masyarakat dewasa.
  • Edukasi Kesehatan: Sesi penyuluhan tentang pentingnya sanitasi yang layak, gizi seimbang, dan gaya hidup sehat untuk pencegahan penyakit menular dan tidak menular.
  • Pemberian Obat-obatan dan Vitamin Gratis: Pemberian resep dan obat-obatan sesuai kebutuhan pasien, serta suplemen vitamin untuk menjaga daya tahan tubuh.

Ketua INTI Tangsel, dalam sambutannya, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata dari tanggung jawab sosial organisasi terhadap masyarakat yang membutuhkan.

“Kami percaya bahwa kesehatan adalah hak dasar setiap warga negara. Melalui sinergi dengan adik-adik mahasiswa UI yang bersemangat, kami berharap dapat sedikit meringankan beban masyarakat di Desa Talaga dan memberikan akses pemeriksaan yang mungkin sulit mereka jangkau sehari-hari,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa kolaborasi ini menjadi contoh harmonis antara elemen masyarakat dan institusi pendidikan dalam mewujudkan pemerataan kesejahteraan.

Sinergi Mahasiswa dan Masyarakat

Mahasiswa UI yang terlibat berasal dari program KKN yang mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu. Mahasiswa Fakultas Kedokteran fokus pada aspek pemeriksaan dan konsultasi medis, sementara mahasiswa Fakultas Teknik UI turut mengambil peran dalam edukasi terkait sanitasi dan infrastruktur dasar yang sehat.

Seorang perwakilan dari tim KKN UI menjelaskan bahwa Desa Talaga menjadi lokasi terpilih KKN karena adanya isu krusial terkait akses sanitasi dan air bersih yang sangat mempengaruhi kesehatan masyarakat.

“Berdasarkan data awal kami, banyak warga yang masih memiliki masalah dengan sanitasi. Akses sanitasi yang layak adalah kebutuhan mendasar yang sangat berhubungan erat dengan kesehatan, terutama dalam pencegahan penyakit berbasis lingkungan. Oleh karena itu, selain pemeriksaan medis, kami juga fokus pada edukasi dan blueprint sederhana perbaikan sanitasi,” jelasnya.

Tim mahasiswa Teknik UI bahkan sempat melakukan survei dan memberikan saran teknis mengenai pengelolaan limbah rumah tangga dan pentingnya memiliki fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) yang memenuhi standar kesehatan. Hal ini sejalan dengan pernyataan Ketua INTI Tangsel sebelumnya yang menyebutkan bahwa dukungan terhadap desa-desa seperti Talaga adalah bagian dari visi besar mendorong pemerataan pembangunan, termasuk memastikan masyarakat mendapatkan fasilitas yang sehat dan bermartabat.

Harapan Jangka Panjang

Masyarakat Desa Talaga menyambut baik kegiatan ini. Ibu Siti (55), salah satu warga yang diperiksa, mengungkapkan rasa terima kasihnya.

“Kami sangat bersyukur. Sudah lama saya ingin periksa gula darah dan asam urat, tetapi jauh ke Puskesmas dan kadang terhalang biaya. Dengan adanya bapak-bapak dan ibu-ibu dari INTI dan mahasiswa UI, kami bisa tahu kondisi kesehatan kami tanpa dipungut biaya,” katanya dengan wajah ceria.

Kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis ini tidak hanya bertujuan untuk pengobatan sesaat, tetapi juga sebagai langkah awal untuk memetakan masalah kesehatan yang dominan di Desa Talaga. Dengan data yang terkumpul, INTI Tangsel dan pihak-pihak terkait, termasuk pemerintah daerah dan universitas, diharapkan dapat merancang program intervensi kesehatan jangka panjang yang lebih terarah dan berkelanjutan.

Kolaborasi antara Perhimpunan Indonesia Tionghoa Tangerang Selatan dan civitas akademika Universitas Indonesia di Desa Talaga, Serang, ini menjadi model yang patut dicontoh. Ini membuktikan bahwa semangat gotong royong dan kepedulian antarkomponen bangsa merupakan kunci utama dalam mengatasi kesenjangan sosial dan kesehatan, terutama di daerah-daerah yang membutuhkan perhatian lebih. Program ini sukses menyentuh ratusan jiwa, memberikan harapan, dan menanamkan kesadaran akan pentingnya kesehatan preventif.