IHCBS 2026 Dorong Akselerasi Produktivitas Nasional
Produktivitas

IHCBS 2026 Dorong Akselerasi Produktivitas Nasional

ADA KAMI – Para pemimpin lintas sektor dan komunitas sumber daya manusia (SDM) mulai mematangkan persiapan Indonesia Human Capital Summit (IHCBS) 2026. Forum ini dinilai krusial di tengah tantangan produktivitas nasional yang masih rendah serta dominasi sektor informal di pasar tenaga kerja.

Berdasarkan diskusi pra-acara, IHCBS 2026 akan digelar pada 15–16 September 2026 di NICE, PIK 2, Jakarta. Ajang ini mengusung tema Harnessing Human-Centric AI and Digitalization to Unlock Next Level Productivity dan ditargetkan menjadi barometer komitmen pengembangan kualitas manusia menuju 2030.

Mengakselerasi Produktivitas Nasional Melalui Human-Centric AI

Di tengah persaingan global yang kian kompetitif, Indonesia dihadapkan pada tantangan besar untuk meningkatkan efisiensi tenaga kerja dan kualitas manajemen sumber daya manusia (SDM). Menjawab tantangan tersebut, gelaran Indonesia Human Capital & Beyond Summit (IHCBS) 2026 hadir sebagai momentum krusial. Forum yang akan diselenggarakan pada 15–16 September 2026 di NICE, PIK 2, Jakarta ini, membawa visi besar: “Harnessing Human-Centric AI and Digitalization to Unlock Next Level Productivity.”

Tema besar IHCBS 2026 menekankan bahwa teknologi, khususnya Kecerdasan Buatan (AI), bukanlah pengganti peran manusia, melainkan alat akselerasi. Inovasi human-centric AI berfokus pada bagaimana digitalisasi dapat mempermudah pekerjaan administratif yang repetitif, sehingga praktisi HR dan karyawan dapat lebih fokus pada pengambilan keputusan strategis, kreativitas, dan empati.

Akselerasi produktivitas nasional dimulai ketika ekosistem kerja mampu mengadopsi teknologi tanpa mengesampingkan sisi kemanusiaan. Dalam summit ini, para pemimpin lintas sektor akan merumuskan cetak biru (blueprint) mengenai cara mengintegrasikan AI ke dalam manajemen talenta guna menutup kesenjangan produktivitas Indonesia dibandingkan negara-negara maju.

Dua Pilar Utama Employability Dan Kewirausahaan

Untuk mewujudkan akselerasi produktivitas yang nyata, IHCBS 2026 bertumpu pada dua pilar strategis:

  1. Pilar Employability (Kesiapan Kerja): Fokus pada penguatan kompetensi lulusan pendidikan vokasi (SMK), politeknik, dan perguruan tinggi. Melalui inisiatif magang nasional yang masif, IHCBS mendorong terciptanya tenaga kerja yang tidak hanya memiliki keahlian teknis (hard skills), tetapi juga integritas dan ketangguhan mental (soft skills).
  2. Pilar Entrepreneurial Capability (Kemampuan Wirausaha): Di era ekonomi digital, produktivitas tidak hanya diukur dari menjadi karyawan, tetapi juga kemampuan menciptakan nilai baru. IHCBS mendorong generasi muda untuk memanfaatkan teknologi sebagai modal membangun usaha mandiri yang berdampak luas.

Menutup Kesenjangan Ekosistem SDM

Salah satu sorotan utama dalam IHCBS 2026 adalah perbandingan skala ekosistem HR di Indonesia. Data menunjukkan adanya korelasi kuat antara kualitas manajemen SDM dengan pendapatan per kapita sebuah negara. Dengan memperluas jaringan praktisi HR dan mempertemukan mereka dengan para pakar internasional, IHCBS 2026 berupaya meningkatkan standar manajemen talenta di tanah air.

Forum ini bukan sekadar ajang diskusi wacana, melainkan wadah kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan dunia pendidikan. Tujuannya jelas: menghasilkan rencana aksi nyata yang dapat langsung diterapkan di level perusahaan hingga organisasi terkecil.

Kesimpulan Investasi Terbesar Adalah Manusia

Keberlanjutan ekonomi Indonesia menuju visi Indonesia Emas 2045 sangat bergantung pada seberapa produktif manusianya. Melalui IHCBS 2026, Indonesia mengirimkan sinyal kuat kepada dunia bahwa kita siap bertransformasi. Dengan mengawinkan kekuatan inovasi teknologi dan potensi luar biasa SDM lokal, produktivitas nasional bukan lagi sekadar target di atas kertas, melainkan realitas yang sedang kita bangun bersama.

IHCBS 2026 adalah panggilan bagi semua pemangku kepentingan untuk berhenti sejenak, mengevaluasi cara kerja lama, dan mulai melangkah menuju ekosistem kerja masa depan yang lebih efisien, cerdas, dan bermartabat.