Teknologi Baru Svolt Energy, Mobil PHEV Kini Bisa Ngecas Secepat EV
Teknologi

Teknologi Baru Svolt Energy, Mobil PHEV Kini Bisa Ngecas Secepat EV

ADA KAMI – Industri otomotif global kembali diguncang oleh pengumuman teknologi baterai revolusioner dari Svolt Energy, sebuah perusahaan baterai asal China yang kini berfokus pada pengembangan sistem penyimpanan energi berperforma tinggi.

Svolt Energy baru-baru ini mengungkapkan paket baterai berkapasitas 80 kWh untuk kendaraan plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) yang diklaim sebagai yang terbesar di dunia untuk segmen PHEV saat ini. Tidak hanya unggul dari segi kapasitas, baterai ini juga menawarkan kemampuan pengisian sangat cepat yang sebelumnya hanya identik dengan baterai kendaraan listrik murni (battery electric vehicles / BEV).

Baterai 80 kWh Berkapasitas Terbesar di Dunia untuk PHEV

Dalam ajang tahunan Svolt yang disebut Battery Day ke-6, perusahaan memamerkan paket baterai 80 kWh yang dirancang khusus untuk PHEV. Desain ini memanfaatkan sistem highly integrated yang menggabungkan sel dan manajemen baterai secara optimal, sehingga menghasilkan volume pemanfaatan energi yang lebih tinggi tanpa menambah ukuran fisik yang signifikan.

Menurut laporan, kapasitas 80 kWh tersebut dapat memberikan jangkauan elektrik penuh hingga sekitar 400 km sebuah angka yang sangat kompetitif dan mendekati apa yang ditawarkan oleh kendaraan listrik pure EV pada umumnya.

Teknologi Pengisian Cepat 6C: PHEV Kini Bisa Ngecas Dalam Sekejap

Yang paling mencuri perhatian dari teknologi Svolt adalah kemampuan fast charging baterai ini. Dengan dukungan teknologi ultra-fast charging graphite dan arsitektur sel yang mampu mendukung tingkat arus tinggi, baterai 80 kWh tersebut dapat diisi dari 10% hingga 80% hanya dalam waktu kurang dari 10 menit angka yang setara dengan waktu pengisian cepat untuk banyak mobil listrik murni saat ini.

Kunci dari percepatan ini adalah kemampuan sel untuk menangani tingkat arus hingga 6C, yang secara teknis berarti baterai bisa menerima arus pengisian sebanyak 6 kali kapasitas nominalnya dalam periode singkat tanpa mengalami kerusakan struktural yang signifikan.

Lebih jauh, Svolt juga memamerkan pembaruan pada teknologi Ion Oscillation Pulse Charging versi terbaru generasi 3,5 yang diklaim mampu memangkas waktu pengisian lebih jauh hingga sekitar 25% dibanding generasi sebelumnya tanpa meningkatkan biaya produksi baterai.

Apa Artinya Bagi Industri PHEV dan EV?

Selama ini, salah satu kelemahan utama kendaraan PHEV dibanding BEV adalah keterbatasan pada kapasitas baterai yang umumnya jauh lebih kecil dan waktu pengisian yang lebih panjang. Hal ini membuat PHEV tetap kurang optimal jika dibandingkan langsung dengan kendaraan listrik penuh, terutama dalam hal pengalaman charging mobility.

Namun dengan hadirnya baterai Svolt berkapasitas besar dan kemampuan pengisian cepat setara BEV, batasan tersebut mulai tergerus. Ini menjadi langkah penting dalam evolusi PHEV yang tidak lagi hanya mengandalkan mesin pembakaran internal untuk jarak jauh tetapi juga dapat memberikan pengalaman pengisian listrik yang cepat seperti pada EV.

Baterai yang lebih besar juga berarti kendaraan PHEV dapat dipakai lebih banyak dalam mode listrik murni, mengurangi jejak emisi secara signifikan dibandingkan PHEV sebelumnya yang hanya mampu puluhan kilometer tanpa mesin pembantu.

Rencana Produksi dan Komersialisasi

Svolt Energy berencana untuk memulai produksi massal paket baterai ini pada Maret 2026, menjadikannya salah satu teknologi baterai baru yang siap memasuki fase komersialisasi dalam waktu dekat.

Selain itu, perusahaan juga mengungkapkan bahwa teknologi pengisian cepat dan sistem baterai ini kemungkinan akan diadopsi oleh sejumlah OEM (Original Equipment Manufacturer) besar dalam platform kendaraan mereka mulai kuartal ketiga 2026.

Dampak di Pasar Global dan Persaingan Teknologi Baterai

Pengenalan teknologi ini ikut mempertegas bagaimana persaingan di industri baterai EV/PHEV semakin ketat. Produsen seperti Svolt, CATL, BYD, dan lainnya berlomba mengembangkan baterai dengan kemampuan fast charging dan jangkauan jarak yang lebih baik.

Bukan hanya soal kecepatan pengisian, namun juga soal densitas energi, efisiensi sistem, dan biaya produksi untuk memastikan baterai baru bisa diterima secara luas oleh pasar otomotif global. Svolt sendiri melaporkan kenaikan target produksi hingga puluhan gigawatt jam per tahun dan peningkatan pengiriman baterai ke pasar global.

Svolt di Tengah Konteks Elektrifikasi Dunia

Sebagai bagian dari perkembangan industri kendaraan listrik di China dan dunia, inisiatif seperti ini mencerminkan momentum kuat peralihan dari kendaraan berbahan bakar fosil ke kendaraan listrik dan listrik-hibrida. Di China sendiri, penjualan new energy vehicle (NEV) terus meningkat tajam setiap tahunnya, dengan pertumbuhan dominasi EV, PHEV, dan kendaraan hybrid dibanding mobil bermesin pembakaran tradisional.