iPhone Air 2 Makin Tipis dan Irit Baterai Berkat Teknologi OLED Samsung Terbaru
Teknologi

iPhone Air 2 Makin Tipis dan Irit Baterai Berkat Teknologi OLED Samsung Terbaru

ADA KAMI – Berita mengenai kolaborasi antara Apple dan Samsung Display kembali memanas di awal tahun 2026. Fokus utama industri teknologi saat ini tertuju pada pengembangan iPhone Air 2, generasi kedua dari lini iPhone paling tipis yang diprediksi akan mengubah standar desain smartphone global.

Kunci utama dari ambisi Apple untuk menciptakan perangkat yang “setipis kertas” namun tetap bertenaga terletak pada teknologi layar OLED terbaru dari Samsung, yaitu Color Filter on Encapsulation (CoE). Teknologi ini memungkinkan pengurangan ketebalan fisik layar secara signifikan sekaligus meningkatkan efisiensi daya yang selama ini menjadi kendala pada model iPhone tipis.

Berikut adalah laporan mendalam mengenai bagaimana teknologi Samsung menjadi tulang punggung bagi masa depan iPhone Air 2.

Revolusi Panel OLED: Teknologi CoE dari Samsung

Selama bertahun-tahun, panel OLED konvensional menggunakan lapisan polarizer tambahan untuk mengurangi pantulan cahaya luar dan meningkatkan kontras. Masalahnya, lapisan polarizer ini menambah ketebalan fisik pada modul layar dan menyerap sekitar 50% hingga 70% cahaya yang dipancarkan oleh piksel OLED. Akibatnya, perangkat harus bekerja lebih keras (mengonsumsi lebih banyak baterai) untuk mencapai tingkat kecerahan tertentu.

Teknologi Color Filter on Encapsulation (CoE) yang dikembangkan Samsung Display mengganti polarizer tradisional dengan filter warna yang dicetak langsung di atas lapisan enkapsulasi tipis. Dampaknya sangat masif:

  1. Dimensi Lebih Tipis: Dengan menghilangkan lapisan polarizer, ketebalan modul layar berkurang drastis. Hal ini memberikan ruang lebih bagi Apple untuk menipiskan bodi iPhone Air 2 hingga di bawah 5 mm tanpa mengorbankan integritas struktural.

  2. Efisiensi Baterai Hingga 25%: Tanpa hambatan dari polarizer, cahaya dari piksel dapat keluar dengan lebih mudah. Samsung mengklaim teknologi ini dapat mengurangi konsumsi daya layar hingga 25% untuk mencapai tingkat kecerahan yang sama dengan layar standar.

  3. Kecerahan Puncak Lebih Tinggi: Di bawah sinar matahari langsung, iPhone Air 2 diperkirakan mampu mencapai kecerahan puncak yang jauh lebih tinggi berkat transmisi cahaya yang lebih efisien.

Tantangan iPhone Air Generasi Pertama dan Solusi di 2026

iPhone Air generasi pertama yang dirilis pada akhir 2025 sempat mendapat kritik karena daya tahan baterainya yang dianggap “pas-pasan” untuk standar pengguna berat. Kapasitas baterai yang terbatas akibat desain bodi yang ramping menjadi tantangan teknis terbesar bagi Apple.

Namun, dengan iPhone Air 2, Apple tidak hanya mengandalkan pengecilan komponen, tetapi juga efisiensi sistem secara keseluruhan. Selain layar OLED CoE dari Samsung, Apple dikabarkan akan menyematkan Chip A20 Pro (teknologi 2nm) yang dipadukan dengan struktur baterai stacked-cell. Kombinasi antara layar yang sangat hemat daya dan chipset generasi terbaru diharapkan mampu memberikan daya tahan baterai yang setara dengan model iPhone Pro saat ini.

Persaingan Ketat di Pasar Ponsel Tipis

Langkah Apple ini tidak lepas dari tekanan kompetitor. Samsung sendiri dilaporkan tengah menyiapkan model Galaxy S26 Ultra dan varian “More Slim” yang juga akan mengadopsi teknologi panel serupa. Namun, kemitraan strategis ini menunjukkan bahwa meskipun bersaing di pasar produk akhir, Samsung tetap menjadi pemasok komponen krusial yang paling dipercaya oleh Apple untuk proyek-proyek inovasi tingkat tinggi.

Laporan dari The Elec dan sumber industri di Korea Selatan menyebutkan bahwa Samsung Display telah memulai produksi percontohan untuk panel ini guna memenuhi standar ketat Apple. Jika semua berjalan sesuai rencana, iPhone Air 2 akan diperkenalkan pada musim gugur 2026 sebagai perangkat yang mendefinisikan ulang kemewahan dan fungsionalitas dalam satu genggaman tipis.