Di Karawang, Prabowo Jajal Teknologi Tani Modern & Produk Hilirisasi
Teknologi

Di Karawang, Prabowo Jajal Teknologi Tani Modern & Produk Hilirisasi

ADA KAMI – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menghadiri agenda Panen Raya di Desa Kertamukti, Kecamatan Cilebar, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Dalam kunjungan tersebut, Kepala Negara tidak hanya merayakan keberhasilan petani dalam memproduksi gabah, tetapi juga memberikan pengumuman bersejarah mengenai capaian swasembada pangan nasional serta meninjau langsung transformasi teknologi pertanian modern dan produk hilirisasi.

Kehadiran Presiden disambut meriah oleh ribuan petani dan warga setempat sejak pagi hari. Menggunakan kendaraan kepresidenan MV3 Garuda Limousine, Presiden Prabowo tiba di lokasi sekitar pukul 11.15 WIB dengan didampingi oleh sejumlah pejabat teras, termasuk Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Menko Pangan Zulkifli Hasan, Menhan Sjafrie Sjamsoeddin, serta Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Pameran Hilirisasi: Dari Gambir hingga Kopi Nusantara

Salah satu sorotan utama dalam kunjungan ini adalah peninjauan Pameran Hilirisasi Pertanian. Presiden Prabowo tampak antusias saat mencicipi berbagai produk hasil olahan pertanian dan perkebunan dalam negeri. Menurut laporan lapangan, Presiden menyicipi seduhan kopi lokal, susu, hingga produk olahan santan kelapa yang dikembangkan oleh UMKM dan industri dalam negeri.

Hilirisasi menjadi poin yang ditekankan Presiden sebagai kunci untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Salah satu produk yang menarik perhatian khusus adalah komoditas gambir. Akademisi dari Universitas Andalas, Muhammad Makky, yang turut hadir dalam pameran, menjelaskan kepada Presiden bahwa gambir adalah tanaman endemik Indonesia dengan kandungan tanin dan katekin yang sangat dicari oleh pasar global. Selama ini, Indonesia cenderung mengekspornya dalam bentuk bongkahan mentah, dan Presiden mendorong agar industri pengolahan (hilirisasi) segera diperkuat di dalam negeri agar nilai tambahnya tetap dinikmati oleh rakyat Indonesia.

Teknologi Modern: Pertanian Otonom dan Drone

Presiden Prabowo juga berkesempatan melihat langsung demonstrasi penggunaan teknologi pertanian modern yang kini mulai diimplementasikan secara luas. Area persawahan di Karawang menjadi saksi bagaimana alat dan mesin pertanian (alsintan) otonom bekerja, seperti traktor tanpa awak dan rice transplanter (mesin penanam padi otomatis).

Teknologi lain yang dipamerkan meliputi:

  • Drone Pertanian: Digunakan untuk pemetaan lahan, penyemprotan pupuk, dan pestisida secara presisi.
  • Pompa Otomatis: Sistem irigasi cerdas yang mampu mengoptimalkan penggunaan air di lahan kering.
  • Combine Harvester: Mesin pemanen modern yang mengintegrasikan proses pemotongan, perontokan, dan pembersihan padi dalam satu langkah efisien.

Presiden menegaskan bahwa penggunaan teknologi adalah keniscayaan untuk meningkatkan produktivitas nasional di tengah tantangan perubahan iklim.

Deklarasi Swasembada Pangan 2025

Puncak dari acara ini adalah pengumuman resmi bahwa Indonesia telah mencapai swasembada pangan pada tahun 2025. Capaian ini merupakan prestasi yang melampaui target awal pemerintah.

“Hari ini kita buktikan bahwa kita bisa swasembada pangan. Cadangan beras nasional yang dikelola Bulog saat ini telah mencapai lebih dari 3 juta ton, rekor tertinggi yang bahkan melampaui era Presiden Soeharto,” tegas Presiden Prabowo dalam sambutannya di hadapan 5.000 petani dan penyuluh.

Presiden menambahkan bahwa swasembada ini tidak boleh hanya berhenti pada komoditas beras, tetapi juga harus merambah ke komoditas lain seperti jagung, singkong, bawang putih, hingga sumber protein hewani. Keberhasilan ini dianggap sebagai fondasi kemandirian bangsa di tengah ketidakpastian geopolitik global yang sering kali mengganggu rantai pasok pangan dunia.

Apresiasi untuk Petani

Dalam suasana penuh kehangatan, Presiden Prabowo juga menganugerahi tanda kehormatan kepada sejumlah petani teladan dan penyuluh pertanian atas dedikasi mereka. Beliau berpesan agar semangat ini terus dijaga untuk membuktikan kepada dunia bahwa Indonesia adalah lumbung pangan yang tangguh.

“Petani adalah tulang punggung bangsa. Tanpa pangan, tidak ada negara,” pungkasnya.