8 Tahun Berturut-turut! Ini 3 Rahasia Finlandia Jadi Negara Paling Bahagia
Lifestyle

8 Tahun Berturut-turut! Ini 3 Rahasia Finlandia Jadi Negara Paling Bahagia

ADA KAMI – Untuk kedelapan kalinya secara berturut-turut, Finlandia kembali dinobatkan sebagai negara paling bahagia di dunia menurut World Happiness Report 2025. Meski dikenal dengan musim dingin yang ekstrem dan gelap, negara Nordik ini berhasil mempertahankan skor tertinggi dalam indeks kepuasan hidup global, mengungguli negara-negara besar lainnya.

Banyak orang bertanya-tanya, apa yang membuat masyarakat di sana begitu puas dengan hidup mereka? Apakah karena kekayaan, cuaca, atau sekadar gaya hidup? Berdasarkan analisis para ahli psikologi dan sosiologi Finlandia, ternyata kebahagiaan mereka bukan tentang kegembiraan yang meluap-luap, melainkan tentang rasa cukup dan stabilitas.

Berikut adalah tiga rahasia utama di balik gelar juara bertahan Finlandia sebagai negara paling bahagia di dunia.

1. Tingkat Kepercayaan Sosial yang Sangat Tinggi

Salah satu pilar utama kebahagiaan di Finlandia adalah kepercayaan (trust). Kepercayaan ini terbagi menjadi dua: kepercayaan antarwarga dan kepercayaan kepada institusi pemerintah.

Di Finlandia, ada sebuah eksperimen sosial yang terkenal di mana dompet sengaja “dijatuhkan” di ruang publik. Hasilnya, 11 dari 12 dompet di Helsinki dikembalikan kepada pemiliknya lengkap dengan isinya. Warga Finlandia merasa aman karena mereka tahu bahwa tetangga atau orang asing sekalipun cenderung akan bertindak jujur.

Selain itu, transparansi pemerintah yang sangat tinggi membuat korupsi menjadi hal yang langka. Masyarakat percaya bahwa pajak yang mereka bayar akan kembali dalam bentuk layanan publik berkualitas, seperti pendidikan gratis hingga jenjang universitas dan sistem kesehatan universal yang sangat terjangkau. Rasa aman secara sosial ini menghilangkan kecemasan finansial yang sering menjadi sumber stres utama di negara lain.

2. Hubungan yang Tak Terpisahkan dengan Alam

Bagi orang Finlandia, alam bukanlah tempat untuk dikunjungi sesekali saat liburan, melainkan bagian dari identitas harian. Dengan lebih dari 180.000 danau dan 75% wilayah yang tertutup hutan, setiap warga memiliki akses ke alam hijau hanya dengan berjalan kaki beberapa menit dari rumah mereka.

Ada konsep unik yang disebut dengan “Everyman’s Rights” (Hak Setiap Orang). Hukum ini memungkinkan siapa pun untuk berjalan, berkemah, hingga memetik buah beri di hutan manapun, termasuk di lahan pribadi, selama tidak merusak lingkungan.

“Berjalan di hutan atau berenang di danau saat musim dingin (ice swimming) bukan sekadar hobi, itu adalah terapi mental kami,” ujar Frank Martela, seorang peneliti kebahagiaan dari Universitas Aalto.

Kedekatan dengan alam terbukti secara ilmiah menurunkan tingkat kortisol (hormon stres) dan meningkatkan perasaan tenang yang mendalam.

3. Prinsip Kesederhanaan dan Tidak Memamerkan Diri

Berbeda dengan budaya di banyak negara yang mengejar status sosial melalui materi atau media sosial, warga Finlandia memegang teguh prinsip hidup bersahaja. Ada pepatah Finlandia yang berbunyi: “Kell’ onni on, se onnen kätkeköön”, yang artinya: “Siapa pun yang memiliki kebahagiaan, ia harus menyembunyikannya.”

Alih-alih memamerkan kekayaan atau kesuksesan, mereka lebih memilih untuk tampil sederhana. Di Finlandia, standar kesuksesan bukan tentang seberapa mewah mobil Anda, tetapi tentang seberapa seimbang hidup Anda antara pekerjaan dan keluarga.

Mereka juga sangat menghargai konsep Sisu semangat ketangguhan dan keberanian dalam menghadapi tantangan. Alih-alih mengeluh tentang kegagalan atau cuaca dingin yang menusuk, mereka menerimanya sebagai bagian dari hidup. Sikap menerima realitas dengan kepala dingin ini membuat mereka tidak mudah kecewa dan lebih menghargai hal-hal kecil di sekitar mereka.

Pelajaran bagi Dunia

Keberhasilan Finlandia menunjukkan bahwa kebahagiaan sejati tidak selalu berkorelasi langsung dengan kekayaan yang melimpah, melainkan dengan kualitas hubungan sosial, rasa aman, dan keseimbangan hidup. Pemerintah Finlandia juga menekankan bahwa kebahagiaan adalah hasil dari sistem yang adil dan inklusif.

Bagi negara lain yang ingin meniru kesuksesan ini, kuncinya mungkin bukan pada membangun gedung yang lebih tinggi, melainkan pada membangun rasa saling percaya di antara sesama warga dan menjaga kelestarian alam sebagai paru-paru ketenangan jiwa.