ADA KAMI – Kabupaten Banyuwangi kembali mempertegas posisinya sebagai destinasi unggulan di Jawa Timur dengan kehadiran Ijen Farmhouse. Objek wisata yang baru saja melakukan soft opening pada akhir Desember 2025 ini mendadak viral dan menjadi destinasi favorit baru bagi wisatawan, terutama keluarga yang mencari alternatif liburan edukatif di momen awal tahun 2026.
Berlokasi di Desa Tamansari, Kecamatan Licin, Ijen Farmhouse menawarkan konsep unik yang memadukan keindahan alam pegunungan dengan interaksi satwa eksotis. Letaknya yang strategis di jalur menuju Kawah Ijen menjadikannya pemberhentian favorit bagi pelancong yang ingin menikmati udara sejuk khas lereng gunung sambil memberikan pengalaman berharga bagi anak-anak.
Konsep Eropa di Jantung Banyuwangi
Ijen Farmhouse mengusung tema peternakan bergaya Eropa dengan pagar kayu klasik dan hamparan padang rumput yang asri. Namun, daya tarik utamanya bukanlah sekadar pemandangan, melainkan koleksi satwanya yang unik dan jarang ditemukan di wilayah “Tapal Kuda” lainnya.
General Manager Ijen Farmhouse, Indra Iwan Putra, menjelaskan bahwa tempat ini dirancang untuk menghadirkan karakter hewan yang sering dilihat anak-anak dalam film kartun ke dunia nyata.
“Kami mendatangkan domba asli dari Swiss yang mirip dengan karakter Shaun the Sheep, serta Alpaca dari Peru. Ini adalah farmhouse pertama di wilayah ini yang memberikan akses interaksi sedekat itu,” ujar Indra saat ditemui di lokasi (1/1/2026).
Selain domba Swiss dan Alpaca, pengunjung juga bisa bertemu dengan kambing pygmy, ayam Brahma yang berukuran besar, hingga kuda poni. Keseluruhan satwa di sini telah melalui proses domestikasi dan didampingi oleh tim ahli, sehingga sangat aman untuk berinteraksi langsung dengan pengunjung, termasuk anak-anak usia dini.
Edukasi Tanpa Gadget
Salah satu alasan mengapa Ijen Farmhouse cepat populer adalah misinya untuk mengurangi ketergantungan anak pada gawai (gadget). Di sini, anak-anak tidak hanya menonton hewan dari balik pagar, tetapi diajak untuk memberi makan sayuran secara langsung, memandikan domba, hingga belajar menunggang kuda.
Tak hanya soal satwa, pihak pengelola juga menyediakan aktivitas kreatif lainnya, seperti:
- Workshop Pembuatan Clay: Melatih motorik halus anak.
- Demo Pembuatan Cotton Candy: Aktivitas menyenangkan yang disukai anak-anak.
- Edukasi Peternakan: Penjelasan mengenai asal-usul satwa dan cara merawatnya.
Ferdian (37), seorang wisatawan asal Jember, mengungkapkan kekagumannya terhadap konsep ini.
“Awalnya anak saya takut, tapi setelah melihat dombanya lucu dan bersih, dia malah tidak mau pulang. Ini cara yang bagus agar mereka bisa bergerak aktif dan belajar menyayangi makhluk hidup,” tuturnya.
Lonjakan Pengunjung dan Fasilitas Penunjang
Sejak resmi dibuka pada 29 Desember 2025, arus kunjungan terus meningkat signifikan. Pada hari pertama tahun baru 2026 saja, tercatat lebih dari seribu orang memadati area seluas beberapa hektar tersebut. Meskipun ramai, tata kelola arus pengunjung diatur sedemikian rupa agar kenyamanan tetap terjaga.
Untuk mendukung kenyamanan wisatawan, Ijen Farmhouse dilengkapi dengan berbagai fasilitas modern, di antaranya:
- Restoran dengan Menu Lokal dan Internasional: Tersedia paket rice bowl yang praktis bagi keluarga.
- Spot Foto Instagramable: Desain bangunan kayu dan kincir angin mini menjadi latar favorit para remaja.
- Area Parkir Luas: Mampu menampung kendaraan pribadi hingga bus pariwisata.
- Akses Disabilitas: Jalur setapak yang ramah untuk pengguna kursi roda maupun kereta bayi (stroller).
Harga Tiket dan Promo Pembukaan
Pengelola mematok harga yang cukup kompetitif agar dapat dijangkau oleh semua lapisan masyarakat. Selama periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), terdapat diskon khusus sebesar 20% untuk semua kategori tiket.
Berikut adalah rincian perkiraan biaya di Ijen Farmhouse:
- Tiket Masuk: Mulai dari Rp 35.000 (sudah termasuk welcome drink berupa susu segar).
- Paket Makan (Rice Bowl): Sekitar Rp 55.000.
- Paket Interaksi Satwa (Feeding): Rp 75.000 (termasuk pakan khusus).
Pihak manajemen berencana untuk terus melakukan inovasi, termasuk melakukan re-branding jenis hewan dan pembaruan desain interior setiap enam bulan sekali agar pengunjung tidak merasa bosan.
Dampak Ekonomi Bagi Desa Tamansari
Kehadiran Ijen Farmhouse juga membawa angin segar bagi perekonomian lokal. Desa Tamansari yang sebelumnya sudah dikenal sebagai Desa Wisata terbaik, kini semakin lengkap fasilitasnya. Banyak warga lokal yang terserap menjadi tenaga kerja, mulai dari perawat hewan hingga staf pelayanan.
Bupati Banyuwangi menyambut baik inisiatif swasta seperti ini. Sinergi antara keindahan alam Geopark Ijen yang sudah diakui UNESCO dengan atraksi wisata buatan yang edukatif diharapkan mampu memperpanjang durasi tinggal (length of stay) wisatawan di Bumi Blambangan.
Bagi Anda yang berencana mengunjungi Banyuwangi dalam waktu dekat, Ijen Farmhouse adalah perhentian wajib sebelum atau sesudah mendaki Kawah Ijen. Pastikan untuk datang lebih awal guna menghindari antrean dan mendapatkan pencahayaan terbaik untuk berfoto.

