Tim Medis USK Perkuat Layanan Kesehatan di Bener Meriah dan Aceh Tamiang
Kesehatan

Tim Medis USK Perkuat Layanan Kesehatan di Bener Meriah dan Aceh Tamiang

ADAKAMI – Universitas Syiah Kuala (USK) melalui Satuan Tugas (Satgas) Kesehatan merespons cepat kondisi pascabencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Aceh. Dalam sepekan terakhir, tim medis yang terdiri atas kolaborasi Fakultas Kedokteran (FK) dan Fakultas Keperawatan (FKep) memperkuat layanan medis primer serta menghadirkan mobile clinic bagi warga terdampak banjir dan longsor di Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tamiang.

Langkah ini diambil menyusul terputusnya akses layanan kesehatan di beberapa titik akibat kerusakan infrastruktur dan tingginya lonjakan pasien dengan keluhan penyakit pascabencana.

Pemulihan Akses di Titik Buta Bener Meriah

Salah satu fokus utama tim adalah wilayah Blang Rakal, Kabupaten Bener Meriah. Di daerah ini, USK resmi membuka Posko 3 yang berpusat di Puskesmas Blang Rakal pada pertengahan Desember 2025. Kehadiran posko ini menjadi titik balik bagi masyarakat setempat yang sempat terisolasi selama dua pekan akibat longsor yang memutus akses jalan utama.

Koordinator Satgas USK, Prof. Syamsidik, mengungkapkan bahwa tim medis harus menempuh risiko tinggi untuk mencapai lokasi tersebut.

“Para relawan menembus medan ekstrem, menyeberangi sungai dalam kondisi gelap tanpa penerangan memadai, serta melewati jalur longsor yang masih labil demi memastikan masyarakat segera memperoleh layanan kesehatan,” jelasnya.

Setibanya di lokasi, tim yang dipimpin oleh dr. Muhammad Yassir, Sp.An., M.Ak, langsung memberikan pelayanan kesehatan darurat kepada kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, dan anak-anak. Layanan ini mencakup pengobatan penyakit kulit, Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), hingga penanganan trauma psikologis bagi pengungsi.

Layanan Mobile Clinic di Aceh Tamiang

Sementara itu, di Kabupaten Aceh Tamiang, Tim Kesehatan USK yang dipimpin oleh dr. Hafifa Rahmah Arrazy, Sp.EM, memfokuskan aksi pada penyediaan layanan kesehatan bergerak (mobile clinic). Tim ini menyisir desa-desa terdampak di Kecamatan Karang Baru dan Kejuruan Muda, termasuk Desa Tanjung Mancang yang mengalami dampak banjir cukup parah.

Berdasarkan data lapangan, tim medis telah menangani ratusan pasien dengan keluhan yang didominasi oleh hipertensi, diabetes, serta luka infeksi akibat paparan air banjir dan lumpur. Selain memberikan obat-obatan, tim juga melakukan evakuasi medis terhadap warga yang memerlukan penanganan lebih lanjut ke fasilitas rujukan kabupaten menggunakan ambulans USK.

Target kumulatif layanan di wilayah Aceh Tamiang diperkirakan mencapai lebih dari 510 pasien dalam fase tanggap darurat ini. USK juga menyalurkan logistik kesehatan tambahan berupa alat diagnostik dasar dan masker untuk mendukung operasional Puskesmas pembantu setempat.

Dukungan Dokter Spesialis dan Multidisiplin

Rektor USK, Prof. Marwan, memberikan apresiasi tinggi kepada tim medis yang telah bersedia terjun ke titik-titik tersulit di Aceh.

“Ini adalah wujud nyata dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. Tenaga medis yang dikerahkan tidak hanya dokter umum, tetapi juga melibatkan spesialis bedah, anak, anestesi, penyakit dalam, hingga ortopedi,” ujar Prof. Marwan.

Keterlibatan dokter spesialis dianggap krusial mengingat banyak kasus di lapangan yang memerlukan tindakan medis menengah yang tidak dapat ditangani hanya dengan obat-obatan dasar. Selain itu, mahasiswa Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) dan mahasiswa keperawatan turut dilibatkan untuk memperkuat barisan tenaga medis di posko-posko darurat.

Upaya Berkelanjutan

Aksi kemanusiaan ini dijadwalkan akan terus berlanjut hingga akses kesehatan di Bener Meriah dan Aceh Tamiang benar-benar pulih dan stabil. Satgas USK juga terus melakukan pemetaan sosial untuk memastikan bantuan logistik berupa makanan dan kebutuhan dasar lainnya dapat disalurkan tepat sasaran di zona-zona yang sulit dijangkau.

Bagi masyarakat yang ingin memantau perkembangan terkini atau memberikan dukungan, informasi lengkap mengenai sebaran posko dan kegiatan tim medis dapat diakses melalui saluran resmi universitas.