ADAKAMI – Menjelang momen Natal dan Tahun Baru 2025/2026, aktivitas digital masyarakat meningkat drastis mulai dari belanja online, pemesanan tiket perjalanan, hingga pengiriman hadiah dan sumbangan. Namun di balik euforia liburan, para kejahatan siber justru memanfaatkan lonjakan transaksi digital ini untuk melancarkan berbagai modus penipuan. Data terbaru menunjukkan aktivitas penipuan digital semakin masif saat musim liburan, dengan ribuan domain bertema liburan yang tersebar di internet termasuk yang berpotensi berbahaya dan digunakan untuk pencurian data atau phishing.
Menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan berbagai platform digital, masyarakat perlu lebih waspada terhadap berbagai skema penipuan yang muncul jelang libur Natal dan Tahun Baru. Modus penipuannya beragam, mulai dari penipuan belanja online, undian atau hadiah palsu, hingga pesan yang mengatasnamakan instansi resmi atau jasa pengiriman.
Berikut adalah 7 tips penting yang bisa diterapkan agar masyarakat tetap aman dan nyaman saat beraktivitas digital menjelang dan selama libur akhir tahun.
- Waspadai Promo & Hadiah yang Terlalu Menggiurkan
Libur akhir tahun identik dengan ribuan promo, diskon besar, cashback, dan hadiah undian dari berbagai platform. Sayangnya, dalam banyak kasus, promo yang tampak terlalu bagus untuk menjadi kenyataan sering kali adalah tipuan. Pelaku penipuan akan mengirimkan penawaran melalui email, SMS, atau media sosial yang tampak resmi, namun sesungguhnya berasal dari sumber palsu.
Tips:
- Pastikan semua promo berasal dari akun resmi atau situs resmi penyedia layanan.
- Jangan langsung percaya jika hadiah atau diskon dijanjikan tanpa syarat jelas pernah banyak kasus hadiah palsu ini dipakai untuk phishing atau mencuri data pribad.
- Jangan Sembarangan Mengklik Tautan
Salah satu cara paling umum penipu mendapatkan data pribadi adalah melalui tautan palsu. Mereka sering menyertakan link yang tampak seperti situs e-commerce, perbankan, atau jasa pengiriman, tetapi sebenarnya adalah situs tiruan yang dirancang untuk mencuri login dan informasi sensitif.
Tips:
- Hindari mengklik tautan dari sumber yang tidak dikenal atau mencurigakan, termasuk yang dikirim melalui pesan singkat atau DM media sosial.
- Lebih aman mengakses layanan langsung melalui browser dengan mengetik alamat resmi atau membuka aplikasi resmi.
- Lindungi Data Pribadi & Informasi Rahasia
Info seperti nomor KTP, OTP, PIN, password, atau data keuangan adalah kunci utama yang dicari penipu digital. Pelaku sering menyamar sebagai petugas bank, perwakilan layanan pelanggan, atau pihak resmi untuk meminta data tersebut melalui telepon atau chat.
Tips:
- Jangan pernah membagikan data sensitif kepada siapapun, bahkan jika permintaan terlihat mendesak.
- Pihak resmi tidak pernah meminta informasi sensitif melalui chat atau telepon tak dikenal.
- Gunakan Kata Sandi yang Kuat & Autentikasi Dua Faktor (2FA)
Satu kata sandi untuk banyak akun dan yang mudah ditebak sangat berisiko untuk dibobol. Penipu bahkan dapat memanfaatkan teknik seperti credential stuffing untuk mengambil alih akun Anda.
Tips:
- Buat password yang panjang dan kompleks dengan kombinasi huruf besar, huruf kecil, angka, dan simbol.
- Aktifkan autentikasi dua faktor (2FA) di semua akun penting seperti e-mail, perbankan, dompet digital, dan marketplace untuk lapisan keamanan ekstra.
- Hindari Transaksi di Wi‑Fi Publik
Wi‑Fi publik di tempat umum seperti kafe, bandara, atau mal bisa menjadi sarang penyadapan data oleh hacker. Ketika Anda memasukkan detail akun atau melakukan transaksi keuangan melalui jaringan publik, data tersebut sangat rentan diambil oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
Tips:
- Sebisa mungkin lakukan transaksi digital melalui jaringan pribadi (misalnya data seluler atau Wi‑Fi rumah).
- Jika perlu memakai Wi‑Fi publik, pertimbangkan penggunaan VPN untuk mengenkripsi data Anda.
- Periksa Aktivitas Akun Secara Berkala
Monitoring akun dan notifikasi secara rutin membantu Anda mendeteksi aktivitas mencurigakan sejak awal. Sering kali, penipuan dimulai dengan perubahan kecil atau percobaan login yang tidak sah.
Tips:
- Cek riwayat transaksi dan login secara berkala.
- Aktifkan notifikasi untuk setiap aktivitas penting di akun perbankan atau e‑wallet Anda.
- Laporkan Dugaan Penipuan ke Pihak Berwenang
Jika Anda menerima pesan atau mengalami modus yang mencurigakan, segera laporkan ke pihak berwenang atau platform terkait. Laporan ini membantu mempercepat penanganan dan mencegah korban lain.
Tips:
- Gunakan saluran resmi seperti call center bank, support marketplace, atau instansi seperti OJK/kominfo jika di Indonesia.
- Jangan ragu berbagi pengalaman Anda di komunitas online guna meningkatkan kewaspadaan publik.

