Gerakan Tanam Kebun Fakfak Genjot Produktivitas Pala dan Kesejahteraan Petani
Produktivitas

Gerakan Tanam Kebun Fakfak Genjot Produktivitas Pala dan Kesejahteraan Petani

ADAKAMI – Pemerintah Kabupaten Fakfak melalui Dinas Perkebunan terus menunjukkan komitmen seriusnya dalam memajukan sektor agribisnis, khususnya perkebunan rakyat. Inisiatif strategis yang menjadi tulang punggung upaya ini adalah Gerakan Tanam Kebun (GERTAK), sebuah program masif yang didesain untuk mendongkrak produktivitas komoditas unggulan dan pada akhirnya, meningkatkan kesejahteraan masyarakat Fakfak secara berkelanjutan.

Program GERTAK lahir dari sebuah tantangan nyata di lapangan: masih banyaknya lahan tidur yang belum termanfaatkan secara optimal, serta rendahnya produktivitas kebun masyarakat akibat keterbatasan modal, pengetahuan budidaya yang baik, dan akses terhadap bibit unggul. Melihat Pala Fakfak sebagai komoditas ikonik dan bernilai ekonomi tinggi yang telah menjadi bagian integral dari identitas daerah, GERTAK hadir sebagai solusi terpadu untuk mengatasi hambatan-hambatan tersebut.

Inovasi Bibit Unggul dan Pemanfaatan Lahan Tidur

Inti dari keberhasilan GERTAK terletak pada fokusnya pada kualitas. Plt. Kepala Dinas Perkebunan Fakfak, Widhi Asmoro Jati, menjelaskan bahwa bibit-bibit tanaman yang dibagikan kepada Kelompok Tani (Poktan) dan Calon Petani Calon Lokasi (CPCL) bukanlah bibit biasa. Program ini memprioritaskan penanaman bibit unggul yang telah melalui proses rekayasa, salah satunya adalah pala grafting atau sambung pucuk vegetatif.

“Pala grafting menggunakan sambung pucuk vegetatif untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas buah, dan diharapkan memberikan nilai ekonomi yang signifikan,” tegas Widhi.

Teknik ini bertujuan untuk memastikan tanaman yang dihasilkan memiliki mutu yang lebih baik, cepat berbuah, dan memiliki daya tahan yang optimal terhadap hama dan penyakit. Dengan pembagian bibit bersertifikasi dari Pemerintah Daerah, dipastikan bahwa bantuan tersebut langsung ditanam di lokasi kebun masyarakat, menjamin transparansi dan pemanfaatan yang tepat sasaran. Program ini secara langsung menyasar upaya untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan tidur menjadi lahan produktif, mengurangi angka pengangguran terselubung, dan memperkuat ketahanan pangan lokal.

Selain pala, komoditas unggulan lain seperti kelapa hibrida dan sawit (di kawasan tertentu seperti Bomberay-Tomage) juga menjadi bagian dari gerakan ini, menunjukkan pendekatan diversifikasi untuk menciptakan pondasi ekonomi yang lebih kuat bagi Fakfak.

Mengendalikan Hama dan Penyakit untuk Hasil Maksimal

Peningkatan produktivitas tidak hanya bergantung pada kualitas bibit, tetapi juga pada manajemen budidaya yang berkelanjutan, terutama dalam pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT). Dinas Perkebunan telah menyusun strategi untuk meminimalkan serangan hama dan penyakit yang sering menjadi momok bagi petani.

Dalam skema GERTAK, petani didorong untuk lebih aktif berperan sebagai mata dan telinga dinas di tingkat bawah. Mereka menjadi akses pertama dalam memberikan informasi mengenai serangan OPT, yang kemudian akan diintervensi oleh tim teknis dari dinas. Dengan adanya sistem pelaporan dan intervensi yang cepat ini, diharapkan jaminan meminimalkan hama dan penyakit dari tahun ke tahun bisa teratasi dan menurun. Ini adalah bagian dari upaya holistik yang menjamin kelangsungan hidup dan kesehatan tanaman, serta memastikan peningkatan hasil panen.

Digitalisasi dan Prioritas Masyarakat Adat

Dalam era digitalisasi, Pemerintah Kabupaten Fakfak juga memanfaatkan teknologi untuk mempermudah partisipasi masyarakat dalam program GERTAK. Proses pengajuan permohonan kini dibuat lebih efisien. Warga Fakfak, terutama masyarakat asli, tidak perlu lagi datang ke kantor untuk mendaftarkan lahan mereka.

“Sebetulnya masyarakat cukup mengirim data lahan yang sudah dipasang koordinat. Tim GERTAK nanti turun memperhatikan lokasi dan bisa langsung mengintervensi,” ungkap salah satu pejabat Dinas Perkebunan.

Prosesnya sangat sederhana: Cukup kirimkan Kartu Tanda Penduduk (KTP), identitas lahan, dan koordinatnya. Tim GERTAK akan mengecek kebutuhan bibit sebelum dilakukan proses penanaman bersama. Karena banyak bersumber dari Dana Otonomi Khusus (Otsus), program ini memang memprioritaskan masyarakat asli Fakfak, menjadikan GERTAK sebagai wujud nyata keberpihakan pemerintah daerah terhadap ekonomi kerakyatan dan pelestarian budaya lokal yang sangat erat kaitannya dengan komoditas seperti pala.

Investasi Jangka Panjang Menuju Hilirisasi Nasional

Lebih dari sekadar menanam, GERTAK diposisikan sebagai investasi besar dan berkelanjutan untuk pengembangan komoditas utama Fakfak. Program ini tidak berhenti pada peningkatan produksi di hulu, tetapi juga secara aktif memperkuat upaya hilirisasi. Dengan hasil panen yang berkualitas dan kuantitas yang memadai, Fakfak siap mengembangkan hilirisasi pala dan komoditas lainnya hingga skala nasional.

Dampak jangka panjang dari GERTAK mencakup peningkatan pendapatan petani, penguatan identitas Fakfak sebagai Kota Pala, dan dukungan terhadap program agrowisata serta pelestarian lingkungan. Melalui sinergi antara pemerintah daerah, kelompok tani, dan teknologi, Program GERTAK membuktikan diri sebagai motor penggerak utama dalam mewujudkan perkebunan yang tidak hanya produktif, tetapi juga berkelanjutan dan bernilai ekonomi tinggi bagi seluruh masyarakat Fakfak.