5 Tips Terjang Banjir dengan Motor Tanpa Mogok Aman & Anti Ribet!
Tips & Edukasi

5 Tips Terjang Banjir dengan Motor Tanpa Mogok: Aman & Anti Ribet!

ADA KAMI – Curah hujan yang tinggi di awal tahun 2026 kembali mengakibatkan sejumlah ruas jalan di kota-kota besar tergenang banjir. Bagi pengendara sepeda motor, situasi ini seringkali menjadi dilema: nekat menerjang genangan dengan risiko mesin mati (mogok), atau menunggu berjam-jam hingga air surut.

Risiko terbesar saat menerjang banjir adalah fenomena water hammer, yaitu kondisi di mana air masuk ke dalam ruang bakar melalui filter udara atau knalpot. Karena air tidak dapat dikompresi seperti udara, hal ini bisa menyebabkan stang seher bengkok bahkan blok mesin pecah. Namun, dengan teknik yang tepat, Anda tetap bisa melewati genangan air dengan aman.

Berikut adalah 5 tips jitu menerjang banjir dengan motor agar mesin tetap hidup dan performa terjaga.

Kenali Kedalaman Air dan Posisi Filter Udara

Sebelum memutuskan untuk masuk ke genangan, hal pertama yang harus Anda lakukan adalah melakukan observasi. Anda perlu mengetahui di mana letak lubang filter udara (box filter) pada motor Anda.

  • Motor Matic: Umumnya memiliki filter udara di bagian samping bawah, dekat roda belakang. Ini membuat motor matic lebih rentan terhadap banjir.
  • Motor Bebek/Sport: Biasanya memiliki filter udara yang posisinya lebih tinggi di bawah jok atau tangki.

Aturan Emas: Jangan pernah menerjang banjir jika ketinggian air sudah melebihi lubang filter udara. Jika air masuk ke filter, mesin dipastikan akan langsung mati. Gunakan trotoar atau pembatas jalan sebagai patokan ketinggian air.

Gunakan Gigi Rendah dan Jaga Putaran Mesin Tetap Stabil

Kunci utama agar mesin tidak mati saat menerjang banjir adalah menjaga tekanan gas tetap stabil dan tinggi.

  • Motor Manual (Bebek/Sport): Gunakan gigi 1 atau gigi 2. Jangan pindah gigi di tengah genangan karena saat Anda menarik kopling, putaran mesin akan turun dan air berisiko masuk melalui knalpot.
  • Motor Matic: Tarik gas sedikit lebih dalam namun tetap kontrol kecepatan menggunakan rem. Hindari menutup gas secara tiba-tiba (melepas gas).

Dengan menjaga putaran mesin (RPM) tetap stabil, tekanan gas buang dari knalpot akan cukup kuat untuk menahan air masuk ke dalam sistem pembuangan.

Hindari Mengikuti Kendaraan Besar Terlalu Dekat

Menerjang banjir bukan sekadar soal kedalaman air, tapi juga soal “ombak” yang dihasilkan oleh kendaraan lain. Truk atau bus yang melaju di jalur sebelah atau di depan Anda akan menciptakan gelombang air yang cukup besar.

Gelombang ini bisa menaikkan level air sesaat hingga mencapai area sensitif seperti busi atau filter udara, meskipun sebenarnya kedalaman air di jalan tersebut masih aman. Berilah jarak yang cukup jauh atau tunggulah hingga gelombang air dari kendaraan besar mereda sebelum Anda melintas.

Jangan Panik Jika Mesin Mendadak Brebet

Jika di tengah genangan mesin mulai terasa “berebet” atau tersendat, jangan langsung mematikan mesin. Tetap pertahankan putaran gas agar mesin terus bekerja membuang air yang mungkin mulai masuk ke knalpot atau membasahi area busi.

Namun, jika mesin akhirnya mati total di tengah air, jangan sekali-kali mencoba menyalakan mesin kembali (starter). Mencoba menyalakan mesin yang sudah kemasukan air akan memicu water hammer yang fatal. Segera dorong motor ke tempat yang kering dan lakukan pengecekan manual.

Lakukan Pertolongan Pertama Setelah Melewati Banjir

Setelah berhasil melewati genangan, jangan langsung tancap gas. Lakukan beberapa langkah pengecekan sederhana berikut:

  • Cek Rem: Air yang merendam piringan cakram atau tromol akan membuat rem menjadi licin dan kurang pakem. Mainkan rem (tekan-lepas berkali-kali) sambil berjalan pelan untuk mengeringkan kampas rem melalui panas gesekan.
  • Keringkan Busi: Jika memungkinkan, cabut kop busi dan lap hingga kering.
  • Cek Oli: Keesokan harinya, periksa warna oli mesin melalui dipstik. Jika oli berwarna putih keruh seperti susu, itu tandanya oli sudah bercampur air. Segera lakukan kuras oli (flushing) di bengkel terpercaya untuk mencegah kerusakan komponen internal.